Tampilkan postingan dengan label ANTI-FASCIST. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANTI-FASCIST. Tampilkan semua postingan

LAND GOLD WOMAN (2012): Review dan Download Filem


Land Gold Woman bukan film untuk mereka yang berfikiran lemah yang mencari hanya happy ending ala Bollywood', - Preeti Arora.

Terjemahan harfiah dari Zan Zar Zameen [Gambar] hanyalah wanita emas dan tanah. Tapi konotasi emosional dari frase ini bisa lebih dari itu. Ini adalah harta tak ternilai bagi siapa pun. Pada masa sekarang ini adalah apakah seorang wanita entitas dalam dirinya sendiri? Atau dia hanya sebuah 'barang' yang dapat dibuang tergantung pada disposisi manusia-nya dan agamanya?

Menurut sang sutradara, Avantika Hari, hal belum benar-benar berubah bagi perempuan. Dan laki-laki masih lebih suka untuk membunuh objek kasih sayang mereka jika mereka menimbulkan pertanyaan tentang etika dan moralitas. Setelah Khuda Ke Liye pada tahun 2008, di sini adalah satu film tentang fundamentalis Islam dan keganasan setia dengan yang mereka klaim untuk melindungi perempuan mereka.

Sebuah peringatan; banyak film dengan tema yang sama (Khuda Ke Liye termasuk) meskipun saat-saat suram meninggalkan pemirsa dengan harapan rapuh tentang cara bertahap di mana perempuan telah mulai mengambil kendali atas hidup mereka sendiri, tapi di filem ini tidak memberikan Anda harapan. Dimulai pada nada putus asa, tidak ada istirahat sama sekali. bukan film untuk mereka yang berfikiran lemah yang mencari hanya happy ending ala Bollywood.

Nazir Ali Khan (Narinder Samra) adalah seorang profesor Sejarah dan hidup sederhana di Inggris. Setelah mencapai tahap hidup di mana hal tak terduga tidak terlalu banyak yang mungkin terjadi, Nazir bangga dengan putrinya Saira (Neelam Parmar), seorang siswa SMA yang berharap untuk masuk Cambridge. takut puterinya menjadi liberal, Nazir dihadang oleh dilema membiarkan putrinya untuk masuk sebuah universitas terkenal, atau menemukan pria yang cocok untuk siapa ia dapat menikah. 

Kehidupan di rumah tangga Khan yang meliputi istri yang patuh, Rizwana (Renu Brindle) dan berbatasan dengan kenakalan remaja anak laki-lakinya, Asif (Ali Zahoor) berlangsung lancar sampai datangnya saudara tua Nazir yang bernama Riyaaz. Riyaaz terus mempengaruhi pemikiran adiknya Nazir yang selalu membicarakan nilai2 korup dari bangsa "kulit putih" yang dapat menghancurkan martabat keluarga besar mereka di tanah leluhurnya, India.

Dalam skenario ini Saira 17-tahun, yang mencintai kedua orangtuanya berusaha keras untuk meyakinkan mereka tentang keraguan nya dalam beradaptasi dengan gaya hidup yang bertentangan dengan cara di mana dia dibesarkan selama ini. Ibunya yang sejauh ini telah melakukan pendekatan persuasif kepada Saira yang pada akhirnya mengantarkan ayahnya ke penjara. Dalam hal ini, Rizwana kemungkinan besar, dia menyadari kebodohan meningkatkan oposisi terhadap anggota laki-laki dari klan.

Nazir, ayah dan protagonis, memberikan kinerja yang sangat baik dimana suara halus dan berkelakuan baik dan efektif menyembunyikan kebrutalan bawaan. Dia menulis puisi, mengagumi kelahiran putrinya tetapi bait fasih hanya menekankan kebutuhannya untuk berpegang pada Saira. Saira sebagai putri terlihat jauh lebih tua dari usianya digambarkan tetapi spontanitas dia membuat untuk itu. Riyaaz sebagai saudara yang lebih tua selalu merasa bisa menilai, meskipun ia baru saja tiba dari India dia berbahasa Inggris dan Hindi dengan aksen sebuah 'Brit'. Sangat menggelegar ke telinga.

Kelemahan serius dalam film ini adalah script. Perlu kasabaran untuk menyimpulkan kesannya, film ini tampil sebagai disertasi tentang pembunuhan demi kehormatan. Juga, pengacara adalah para profesional yang bergerak untuk membela pihak yang bersalah, kita tidak mengambil sebuah kasus dan kemudian mendapatkan moralistik tentang maksud klien.

Meskipun keterbatasan ini, Land Gold Women adalah film yang dibuat dengan niat mulia dan keberanian untuk mengekspos orang-orang yang memutarbalikkan agama dalam rangka untuk memenuhi moralitas kecil mereka. Sang Sutradara berharap untuk menunjukkan sesuatu yang Anda tidak menyadari begitu biasa bahkan hari ini. Dan untuk alasan itu saja, silahkan anda simak sendiri film ini.

DOWNLOAD:

LandGoldWomen01.avi
LandGoldWomen02.avi

LandGoldWomen01.avi
LandGoldWomen02.avi

LandGoldWomen01.avi
LandGoldWomen02.avi

LandGoldWomen01.avi
LandGoldWomen02.avi

Aktivis Bentuk Gerakan Indonesia Tanpa FPI


Gambar: Masyarakat Dayak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, memenuhi bandar udara untuk menolak kehadiran FPI di Bumi Tambun Bingai tersebut. (sumber: @sigit_wido (akun Twitter)) 

Muncul Gerakan Indonesia Tanpa FPI yang akan menggelar aksi pada 14 Februari 2012 di Bundaran HI.

Terinspirasi oleh aksi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang menolak kehadiran Front Pembela Islam (FPI) di wilayahnya, puluhan aktivis di Jakarta berencana membuat Gerakan Indonesia Tanpa FPI.  "Semua elemen masyarakat sudah merasa terganggu dan gerah dengan aktivitas anarkis FPI. Selama ini hanya sebatas petisi protes di sosial media. Kalau Kalimantan saja bisa kenapa Jakarta tidak melakukan," kata Tunggal Pawestri, juru bicara gerakan, usai konsolidasi di Cikini Jakarta, hari ini (12/2).

Fokus dari Gerakan Indonesia Tanpa FPI adalah menolak segala bentuk penggunaan kekerasan yang biasa dilakukan oleh FPI dalam penyelesaian kasus. Kasus terakhir kekerasan yang dilakukan FPI adalah perusakan kantor Kementerian Dalam Negeri 12 Januari 2012 lalu. 

Dalam konsolidasi yang digelar di Cikini Jakarta sore tadi, terkumpul hampir 40-an aktivis dari berbagai latar belakang organisasi baik LSM, buruh, perempuan, masyarakat adat dan lainnya. Mereka sepakat untuk menggelar kegiatan. Dalam waktu dekat gerakan ini akan menggelar aksi massa pada 14 Februari 2012. "Aksi akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia Pukul 16.00," ujar Tunggal.

Gerakan ini menyiapkan petisi masyarakat yang akan diserahkan ke penyelenggara negara. "Negara abai dan tidak bisa mengambil tindakan dengan aksi-aksi kekerasan yang dipertontonkan FPI selama ini," ujar Tunggal. Selain membuat petisi dan aksi, gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk memenuhi ruang sosial media di twitter dengan menggunakan hashtag #IndonesiaTanpaFPI.  

"Tidak semua orang yang setuju gerakan ini punya kesempatan dan keberanian untuk turun ke jalan menolak keberaan FPI. Sosial media menjadi solusi," kata Tunggal. 

Tampak hadir dalam pertemuan itu peneliti ekonomi politik George Junus Aditjondro.

Sumber: Beritasatu

WARGA DAYAK vs FPI



TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Ratusan warga Dayak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (11/2/2012) berkumpul di Bundaran Besar Palangkaraya, untuk pembentukan Barisan Pertahanan Adat Dayak Kalimantan Tengah.

Sehari sebelumnya, ratusan warga Dayak Palangkaraya, Kalteng ini juga berkumpul di Rumah Betang yang ada di kompleks Kantor Gubernur Kalteng untuk menyuarakan aspirasi mereka melalui dewan adat dayak daerah Kalteng, didalam menolak rencana pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di provinsi ini.

Ratusan warga dayak yang datang ke bundaran tersebut, mengenakan pengikat kepala berwarna merah, sebagian mereka juga menggunakan baju bermotif khas Dayak Kalteng serta berteriak khas teriakan orang Dayak.

Setelah mendekrasikan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat mereka ngeluruk ke Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.

Kedatangan Para Pemuda Dayak Kalteng ke Bandara Tjilik Riwut ini, mau mencekal kedatangan Habib Risiq pemimpin tertinggi Front Pembela Islam (FPI) yang akan datang ke Palangkaraya untuk melantik pengurus FPI di Kalimantan Tengah, Palangkaraya.

Para Pemuda Dayak yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (GPDI) Kalteng ini menyatakan menolak keras rencana pengukuhan FPI di Palangkaraya tersebut, sehingga sejak Jumat kemarin hingga saat ini mereka berkumpul untuk melakukan penolakan. (faturahman/tribunkalteng.com)


TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Usai melakukan unjuk rasa di luar Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, ratusan Pemuda Dayak Kalteng, Sabtu (11/2/2012) menyerbu ke apron bandara tersebut.

Mereka menyerbu setelah pesawat yang diduga berpenumpang Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, mendarat di bandara terbesar di Kalteng itu. Ratusan Pemuda Dayak Kalteng ini, sebelum pesawat Sriwijaya Air landing pun sudah tidak sabar menolak pemimpin FPI tersebut, dari Palangkaraya.

Aparat kepolisian yang datang untuk mengamankan pun kalah banyak dengan massa yang mengadang pemimpin FPI tersebut. Sempat terjadi negosiasi antara aparat kepolisian antara koordinator massa dayak, sehingga akhirnya rombongan FPI pusat pun batal turun dari pesawat. (faturahman/www.tribunkalteng.com)

Mengecam Pernyataan Pangdam Jaya Yang Sangat Fasis Dalam Menyikapi Aksi –Aksi Buruh Khususnya Rencana Aksi Buruh Se-Tangerang Raya

Pernyataan Sikap:


Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) 
Federation of Independent Trade Union. 
No : 025-Per.Sikap/DPP.GSBI/JKT/II/2012

Mengecam Pernyataan Pangdam Jaya Yang Sangat Fasis Dalam Menyikapi Aksi –Aksi Buruh Khususnya Rencana Aksi Buruh Se-Tangerang Raya, dan Menolak Campurtangan Kembali TNI dan POLRI Dalam Masalah Perburuhan.

Salam Solidaritas,
Rencana aksi ribuan buruh Tangerang Raya dalam menuntut penolakan gugatan APINDO terhadap Revisi Upah Provinsi Banten telah direspon oleh Kemenakertrans RI dengan mengundang para pihak yang dilakukan kemarin (1/2/2012) di Jakarta, beretempat di kantor Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam pertemuan tersebut telah dicapai kesepakatan oleh para pihak, bahwa revisi upah di Provinsi Banten akan diberlakukan, dimana APINDO Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang akan melakukan pencabutan atas gugatan mereka di PTUN Serang, Banten. Meski demikian, banyak serikat buruh yang hadir dalam pertemuan tersebut mengaku kecewa terhadap beberapa point kesepatan yang dianggap merugikan buruh, seperti diberikannya peluang bagi pengusaha untuk melakukan penangguhan pelaksanaan upah tahun 2012.

Disisi lain, rencana aksi buruh Tangerang Raya ini juga direspon secara berlebihan oleh aparat keamanan Republik Indonesia, khususnya Pangdam Jaya. Padahal rencana aksi buruh ini ditujukan untuk mendesak APINDO Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang untuk membatalkan gugatan mereka atas Revisi Upah Propinsi Banten, khususnya Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang yang telah didaftarkan di PTUN Serang.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Waris telah mempertontonkan sikap berlebihan dan menimbulkan provokasi dengan menyatakan akan mempertaruhkan jabatan, bahkan nyawanya serta meminta personel TNI dipersilahkan memukul dan mengusir peserta unjukrasa yang dianggap mengganggu obyek vital. Pernyataan ini disampaikan Pangdam Jaya saat menghadiri apel gelar pasukan pengamanan unjuk rasa di Parkir Timur Senayan, Jakarta kemarin.

Dalam pandangan Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), pernyataan aparat militer dalam merespon bangkitnya gerakan buruh dalam perjuangan upah 2012, secara khusus di wilayah Bekasi dan Tangerang adalah bukti nyata bahwa negara di bawah kepemimpinan SBY-Boediono adalah rejim yang FASIS, rejim yang Anti Demokrasi. Selain itu, mulai kembalinya keterlibatan dan campur tangan TNI dan POLRI dalam sengketa perburuhan merupakan setback (kemunduran drastis) dari proses reformasi di tubuh TNI/POLRI yang memang belum tuntas. Sehingga menimbulkan kesan bahwa kehadiran TNI-Polri dalam sengketa perburuhan dan juga konflik agraria yang akhir-akhir meningkat lebih cenderung menjadi pengaman operasi investasi asing ketimbang menjadi pelindungan masyarakat dan dan menjaga kedaulatan bangsa.

Fasisme secara esensi adalah tindasan kekerasan militer yang dilakukan oleh kapitalis monopoli dunia melalui rejim boneka, dalam hal ini adalah SBY-Boediono untuk memaksakan kehendaknya, baik secara terselubung maupun terang-terangan. Tindasan militer ini bisa dilakukan oleh mesin-mesin negara melalui Kapitalis Birokrat, mulai dari Presiden, TNI-Polri, Gubernur, hingga Bupati diseluruh wilayah Indonesia. Dalam kasus meningkatnya gerakan buruh dalam perjuangan Upah 2012, pemerintah melalui kesepakatan yang dibuat bersama dengan Serikat Buruh (SB), telah memaksa kaum buruh untuk menghentikan aksi-aksi pemogokan karena dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban umum serta merusak iklim investasi di Indonesia. Secara nyata, ketika kebebasan untuk menyatakan pendapat dan perjuangan atas hak-hak demokratis sudah diancam oleh aparat militer, maka ini adalah bukti bahwa tidak ada demokrasi di Indonesia. Dalam pandangan kami, inilah wujud nyata apa yang disebut sebagai fasisme terselubung (silent facisme) yang sedang dijalankan oleh rejim SBY-Boediono.

Kaum buruh dan seluruh rakyat Indonesia, harus berani berteriak dengan lantang bahwa tidak ada demokrasi di negeri ini, dan seluruh rakyat harus berjuang untuk mewujudkan lahirnya demokrasi sejati di Indonesia. Apa yang disebut oleh rejim SBY-Boediono saat ini sebagai demokrasi tidak lebih dari sebuah “demokrasi palsu”. Demokrasi yang berlangsung saat ini adalah demokrasi yang dihasilkan dari dominasi politik imperialisme dan disokong sepenuhnya oleh pemerintahan SBY-Boediono sebagai rejim boneka, pelaksana setia seluruh kebijakan imperialisme di Indonesia. Sehingga seluruh pandangan yang memuja sistem demokrasi di Indonesia saat ini tidak lebih merupakan pandangan yang mewakili kepentingan imperialisme, rejim boneka SBY-Boediono serta seluruh kapitalis birokrasi pendukung rejim yang berkuasa.

Menyikapi pernyataan bernada ultimatum tersebut sebagaimana secara singkat kami paparkan di atas, kami dari Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Serikat Buruh Independen (DPP.GSBI) menyampaikan sikap sebagai berikut:
  1. Mengecam Pernyataan Pangdam Jaya Yang Sangat Fasis Dalam Menyikapi Aksi-aksi Buruh khususnya Rencana Aksi Buruh se-Tangerang Raya serta Menolak Keterlibatan dan Campur tangan kembali TNI dan POLRI dalam Sengketa Perburuhan.
  2. Mendesak Menakertrans RI untuk dengan cepat mengambil langkah yang diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada Kaum Buruh Se-Tangerang Raya dimana pada tanggal 1 Februari 2012 kemarin telah mencapai Kesepakatan atas Revisi Upah di Propinsi Banten dan memastikan bahwa kebijakan ini sungguh-sungguh dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan-perusahaan di Propinsi Banten; serta mendesak Menakertrans RI untuk segera mencabut Permen No. 17/Thn/2005, Kepmen No. 231/Thn/2003, Merombak total System Pengupahan dan Dewan Pengupahan di Indonesia serta Mencabut Berbagai Regulasi yang masih melanggengkan Politik Upah Murah yang jelas-jelas merugikan kaum Buruh Indonesia.
  3. Mendesak Pemerintah Propinsi Banten dalam hal ini Gubernur Banten untuk dengan serius Mengawasi Pelaksanaan SK Gubernur No. 561/KEP.I-HUK/2012, Tentang Penetapan Upah Minimum Kota/Kabupaten Se-Propinsi Banten Tahun 2012 dan Pengaturan Upah Minimum Sektoral Tangerang Raya, dengan tidak mempermudah pemberian ijin penangguhan pelaksanaan Upah tahun 2012 di Propinsi Banten;
  4. Mendesak Pemerintah SBY-Budiono untuk memberikan subsidi kepada seluruh buruh yang perusahaannya melakukan penangguhan pelaksanaan Upah Minimum tahun 2012;
  5. Mendesak dan menuntut pemerintah SBY-Budiono untuk segera mengambil tindakan konkrit untuk menghentikan segala bentuk dari tindak kekerasan; intimidasi; teror; penangkapan sewenang-wenang; pemenjaraan dan penembakan (pembunuhan) terhadap rakyat yang memperjuangkan hak-haknya;
  6. Menyerukan kepada seluruh organisasi serikat buruh/serikat pekerja dan Pejuang Hak Asasi Manusia serta para pejuang demokrasi untuk menggalang persatuan untuk memberikan dukungan bagi perjuangan ribuan buruh Tangerang Raya serta mengcam keras atas pernyataan Pangdam Jaya tersebut..
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Jakarta, 2 Februari 2012
Hormat kami,
Dewan Pimpinan Pusat
Gabungan Serikat Buruh Independen
(DPP.GSBI)



Rudy HB Daman                                           Emelia Yanti MD Siahaan
Ketua Umum                                                   Sekretaris Jenderal.

Diambil dari: Info GSBI

Kasus Persidangan korban KKK di Amerika

"... Pada sidang pendahuluan pada tanggal 31 Oktober, jumlah pemilih besar pendukung asli berjajar di lorong-lorong gedung pengadilan dan protes luar untuk menuntut keadilan bagi Dawson,yang telah menjadi simbol dalam komunitas Fresno asli sejarahpanjang kejahatan kekerasan dilakukan terhadap orang kulit berwarna. ... 'Justice for Patty Dawson Komite mengetahui bahwapemilik kendaraan Dawson mengendarai memiliki tato KKK di punggungnya, "kata Gloria Hernandez, seorang aktivis lokal danpengawas polisi yang membantu untuk memobilisasi dukungan untuk Dawson. ... " oleh By Valerie Taliman (Indian Country/January 20, 2012)

[UPDATED, 20 Januari, LINK ditambahkan ke cerita ASLI DALAM GRAFIK PERTAMA DAN VIDEO TAMBAH AKHIR] FRESNO, California - Meskipun dua pemeriksaan awal, Fresno Jaksa Elizabeth Egan belum termasuk membenci kejahatan dalam kasus penyerangan terhadap Jennifer Davette kejam Fraser , yang menyerang dan mengalahkan Patty Dawson, seorang perawat Navajo dan Apache, di jalanan kota di Clovis Juni lalu, kemudian melarikan diri dari TKP.

Setelah tekanan yang cukup besar dari para aktivis lokal, Fresno County Sheriff akhirnya ditangkap Fraser, 27, pada bulan September - empat bulan setelah serangan - meskipun saksi-saksi telah memberikan polisi nomor plat hari serangan.

Fraser didakwa dengan serangan kejam, yang didefinisikan di bawah hukum California sebagai antek dua nya laki-laki "serangan terhadap individu lain di mana penyerang menggunakan senjata berbahaya dan berusaha untuk menyebabkan kerusakan yang serius tetapi berhenti pendek dari upaya untuk membunuh korban." Belum telah ditangkap dan polisi belum merilis nama mereka.

Pada sidang pendahuluan pada tanggal 31 Oktober, jumlah pemilih besar pendukung asli berjajar di lorong-lorong gedung pengadilan dan protes luar untuk menuntut keadilan bagi Dawson, yang telah menjadi simbol dalam komunitas Fresno asli sejarah panjang kejahatan kekerasan yang dilakukan terhadap orang warna.

Beberapa reservasi dan swasta penjatahan tanah asli surround Fresno, dan klinik kesehatan utama yang melayani penduduk asli Amerika di Clovis, menempatkan orang-orang lokal dalam bahaya pelecehan, ancaman dan kekerasan.

Hal ini juga dikenal secara lokal bahwa banyak gerakan supremasi kulit putih telah aktif di Fresno dan kota yang berdekatan Clovis sejak 1980-an termasuk Ku Klux Klan, Arya Bangsa, Arya Teror Brigade, Bay Area Nasional Anarkis dan Darah dan Kehormatan Amerika Divisi, antara lain .

California adalah rumah bagi 68 kelompok kebencian aktif, lebih daripada yang lain negara lain, menurut laporan terbaru Pusat Hukum Kemiskinan Selatan,  The Year in Hate & Extremism.

"Justice for Patty Dawson Komite mengetahui bahwa pemilik kendaraan Dawson mengendarai memiliki tato KKK di punggungnya," kata Gloria Hernandez, seorang aktivis lokal dan pengawas polisi yang membantu untuk memobilisasi dukungan untuk Dawson. "Kami menuntut bahwa Fresno County, Jaksa menghukum semua pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan ini dan memperlakukan mereka seperti anggota geng.Penculikan biaya harus ditambahkan untuk menarik Dawson keluar dari kendaraannya.

Hernandez mengatakan ada banyak kelompok kebencian yang aktif di Fresno County, putih termasuk Kepala Kulit California, Bangsa Kudus dari Odin, Aliansi Kreativitas dan Perlawanan Rakyat Vinland. "Kita berurusan dengan rasisme mereka dan kekerasan sehari-hari, dan kita perlu penegakan hukum dan Jaksa Wilayah untuk mengatasi masalah ini segera."

Pada sidang 31 Oktober awal, pengacara yang ditunjuk pengadilan Fraser mengatakan kepada hakim bahwa Fraser tidak boleh didakwa dengan kejahatan karena kebencian terhadap Dawson Fraser telah "baru belajar dia adalah bagian asli Amerika."

Fraser tidak punya bukti klaim ke keturunan India, dan diberikan kelanjutan untuk menyediakan dokumentasi yang tepat pada sidang berikutnya. Aktivis asli yang memenuhi ruang sidang segera mengutuk klaim Fraser, mengatakan itu jelas merupakan taktik kios untuk melarikan diri keadilan.

Pada saat pemeriksaan awal November 28 terjadi, Fraser terlihat hamil dan mengatakan kepada hakim bahwa dia "memiliki bayi sore itu" dan perlu kelanjutan lain pada kasus ini.Dia tidak memberikan bukti keturunan asli, dan diberikan keberlangsungan lain sampai 23 Januari 2012 di Fresno Pengadilan Distrik.

Keadilan untuk Patty Dawson Komite menuntut bahwa Departemen Kehakiman AS bekerja secara agresif untuk mencegah kejahatan kebencian, dan untuk menuntut dan menghukum para pelaku sejauh penuh hukum.

"Kita tidak bisa membiarkan mereka pergi tanpa dihukum dan permintaan bahwa Fresno County, Jaksa menghukum semua pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan ini, memperlakukan mereka seperti Anda akan anggota geng yang lain," kata Hernandez. "Penculikan biaya harus ditambahkan untuk menarik keluar dari kendaraannya."

Tidak ada penyelidikan menyeluruh

Dawson dan keluarganya menelusuri kembali rute hari itu ia menyetir mencoba melarikan diri penyerang, dan menunjukkan Negara India Media Jaringan Hari ini situs sebenarnya dari serangan itu di sebuah persimpangan di mana berbagai bisnis telah dipasang kamera pengintai yang seharusnya telah menangkap insiden tersebut.

Namun, ketika beberapa orang dari Keadilan untuk Patty Dawson Komite mengunjungi bisnis untuk menanyakan tentang rekaman dari kamera, mereka diberitahu bahwa polisi tidak menanyai mereka atau diminta rekaman video.

"Polisi tidak mengambil pernyataan dari saya di tempat kejadian karena aku tidak sadar ketika mereka menemukan saya," kata Dawson. "Kemudian saya mencoba untuk memberikan pernyataan dan menjelaskan bahwa aku trauma jadi aku tidak bisa mengingat setiap detail. Ketika saya berbicara dengan mereka, mereka terus bertanya apa yang saya lakukan untuk memprovokasi serangan dan saat itulah aku khawatir bahwa mereka tidak akan menyelidiki ini cukup. "

Dua minggu lalu, Dawson, keluarga dan Hernandez bertemu dengan pejabat dari kantor Jaksa Fresno dan diberitahu bahwa polisi mengandalkan laporan Sheriff Fresno itu, pernyataan singkat Dawson kepada mereka, dan dua saksi yang melihat serangan itu.

Namun, polisi tidak akan berbagi informasi tentang saksi atau memberikan salinan laporan ke Dawson. Dia sedang dalam proses perekrutan seorang pengacara sekali dana yang memadai dapat ditingkatkan untuk membantu file-nya kasus perdata terhadap Fraser.

"Ini sangat tidak adil," katanya. "Ada kamera yang menangkap serangan dan orang yang melihatnya, tapi kita tidak bisa meyakinkan Jaksa bahwa ini adalah kejahatan rasial. Mereka mengatakan kepada saya bahwa karena saya tidak bisa mendengar atau ingat apa yang para penyerang berteriak-teriak padaku ketika mereka mengejar saya, bahwa tidak ada cukup bukti bahwa ini adalah bermotif rasial. "

Sementara itu, Navajo Nation Wakil Presiden Rex Lee Jim telah menawarkan untuk campur tangan dan menulis surat kuat untuk DA. Jim, manusia lama hak advokat yang membantu bernegosiasi Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat, mengatakan hal ini jenis kekerasan adalah terlalu umum di kota-kota perbatasan asli masyarakat sekitarnya.

"Salah satu hasil dari negosiasi ini adalah untuk menciptakan Navajo Nation Komisi Hak Asasi Manusia," kata Jim. "Komisi ini menangani hubungan ras Navajo dengan kota-kota dan kota-kota yang berbatasan Bangsa Navajo, dan ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana suku-suku dapat bekerja untuk mengurangi rasisme dan kekerasan terhadap rakyat kami.

Pasal 2 Deklarasi PBB menyatakan bahwa "Masyarakat Adat dan individu yang bebas dan setara bagi semua orang lain dan individu dan memiliki hak untuk bebas dari segala bentuk diskriminasi, dalam melaksanakan hak-hak mereka, khususnya bahwa berdasarkan adat mereka asal atau identitas. "

"Kami ingin kita Navajo orang merasa bahwa mereka aman ketika mereka bepergian di mana saja di dunia," kata Jim."Kami ingin mereka merasa bahwa Bangsa Navajo mendukung mereka. Kita harus mengambil sikap terhadap rasisme tumbuh di negeri ini dan kami mendukung keadilan bagi Patty Dawson. "

Pada sidang berikutnya pada tanggal 23 Januari 2011, hakim akan menentukan apakah kasus ini akan maju berdasarkan temuan dari Jaksa Distrik.

"Ini bukan hanya tentang saya," kata Dawson. "Ini terjadi pada banyak orang-orang kita dan saya merasa seperti itu tanggung jawab saya untuk berbicara untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak."

Posting tertanggal: 27 januari 2012
Translate: Google

DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PEREMPUAN

Globalisasi, kata ini sering didengung-dengungkan, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut tercantum makna hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dalam perdagangan. Tidak boleh ada lagi proteksi, ataupun monopoli.

Dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain.

Yang sering dilupakan adalah proses pengintegrasian ekonomi satu negara ke dalam ekonomi dunia, akan berimplikasi terhadap kehidupan rakyat banyak.

Logika yang selalu didengungkan oleh para penganut pasar bebas, bahwa dalam proses ini akan dicapai satu perolehan yang adil. Benarkah begitu ?

Seorang ahli ekonomi bernama Torado mengatakan, bahwa sama halnya dengan pasar bebas, perdagangan bebas lebih ada dalam teori ketimbang dalam praktek.

Dari sana kita bisa melihat negara berkembang harus berhadapan dengan bisnis internasional yang seringkali berbuah ketidakadilan, dan ini berdampak terhadap perempuan.

Teori perdagangan bebas mengabaikan adanya perbedaan yang besar dalam kemajuan teknologi, ini mengakibatkan produk-produk tenun yang biasa dikerjakan oleh para perempuan, yang biasa dihasilkan dari pewarna alami, dan kapas alami, harus bersaing dengan teknologi dari berbagai jenis mesin, pewarna kimia ( buatan ), kapas sintetik, belum lagi jika motif tradisional dari kain-kain tersebut diambil lalu dipatenkan.

Mereka para pengrajin dan penenun, dua bidang yang banyak dikerjakan perempuaan di berbagai daerah seperti di Sumba, Flores, dan lain sebagainya, tidak lagi bisa bersaing dengan teknologi.

Asumsi lain dari penganut perdagangan bebas adalah preferensi dan cita rasa konsumen dianggap tetap. Kenyataannya ? Selera konsumen sangat dipengaruhi oleh iklan, satu mata rantai yang sangat berperan dalam masuknya cita satu barang. Baik itu Coca-Cola, Mc Donald, dan lain-lain. Dapat diperkirakan lebih dari 90% dari semua iklan dibiayai oleh perusahaan asing. Dan kalau kita tanya lagi siapa target utama dari pengiklanan ini ??? Kita bisa katakan adalah perempuan. Mengapa ???

Banyak alasan, antara lain perempuan selain sebagai pekerja, merekapun berada sebagai pengatur keuangan dalam keluarga.

Iklan-iklan yang dibiayain oleh perusahaan-perusahaan asing ini, menargetkan perempuaan sebagai tujuan utamanya. Mulai dari iklan kecantikan ( kulit harus tampak putih, tubuh harus terlihat langsing ). Dan disebarkanlah berbagai mitos. Kalau ingin rambut hitam panjang harus memakai produk shampoo ini atau shampoo itu. Di daerah pedesaan, iklan pemakaian peptisida juga digembar-gemborkan. Jadilah perempuan, petani, dan anak-anak terkena dampak dari racun peptisida tersebut. Yang pada akhirnya mempengaruhi utang, para tenaga kerja wanita pun memasukan keuntungan untuk devisa negara.

Jadi perempuan menjadi target pemasukan, dengan dibukanya lintas penjualan jasa...

Pertanyaannya, adakah perlindungan diberikan ???

Ditulis oleh: A.K.A Kapitalis
Dalam sebuah postingan catatan di Facebook tertanggal 11 Januari 2012

DOWNLOAD e-Zine ANTIFARA POSTER edisi 1 Januari 2012 [pdf]


ANTIFARA atau Anti-Fasis Nusantara adalah jaringan Anti-Fasis yang berawal dari menggeliatnya kawan kawan di arena dunia maya yang berusaha menghalau beberapa pengguna dunia maya yang membawa faham NAZI. Berangkat dari sebuah alasan yang sama kemudian kami membentuk sebuah forum di bulan bulan akhir 2011, tepatnya bulan Oktober. Dengan inisiatif penuh terbentuklah fan Page di Facebook dan sekaligus Forum (Group)-nya yang berisi dari beberapa kawan yang berasal dari beberapa kota seperti: Lokhseumawe, Banda Aceh, Medan, Palembang, Padang, dan Bandar Lampung, Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Cipanas, Bandung, Semarang, Kudus, Yogyakarta, Blora, Malang, Surabaya, Tarakan, dan Palopo. Dan dari forum ini kami belajar bersama, membicarakan dan mendiskusikan suatu kasus/hal/artikel yg kemudian dilempar ke Fan Page dan Blog kami.

Dan salah satu hasilnya adalah peluncuran beberapa poster di fan page dan akhirnya kami rangkum disini. edisi zine poster pertama ini adalah rilisan zine perdana kami. Yang kami maksudkan sebagai media agar bisa di follow up oleh kawan-kawan yang mengunduh dengan menempelkannya ditempat tempat yang strategis atau tempat / institusi yang anda gak suka seperti POS POLISI atau KANTOR PEMERINTAHAN atau POSKO-POSKO ORMAS FASIS.

Ya, mari kita melakukan Soft/Shock Terror ke pada masyarakat. Katakan pada Dunia bahwa kami ada untuk MEMBANGKANG! Dan PEMBANGKANGAN INI BUKAN TANPA ALASAN ... TERROR INI BUKAN TERROR YANG MEMBUNUH, TERROR INI ADALAH TERROR YANG MEMBERIKAN PENCERAHAN KEPADA MASYARAKAT BAHWA KITA BERADA DALAM SEBUAH SISTEM KORUP YANG MEMBUNUH HASRAT HIDUP (Ini lebih bahaya! Manusia akan seperti Zombie dibuatnya) ...

SELAMAT BERAKSI KAWAN!!
SELAMAT MENGANCURKAN SISTEM KORUP!!
DAN PANJANG UMUR PARA PEMBANGKANG!!


Download ANTIFARA ZINE POSTER [pdf]

LATIHAN PERANG AS-ISRAEL ADALAH TERROR TERSELUBUNG YANG MENAIKKAN TENSI ISU PENYERANGAN AS KE IRAN


Menunggu hitungan waktunya saja.
Di tengah meningkatnya ketegangan atas klaim palsu Barat bahwa Iran berencana untuk membangun senjata nuklir, Amerika yang akan datang game perang dengan Israel memiliki potensi meningkat menjadi konfrontasi mematikan.

Sebuah salah perhitungan, atau provokasi yang disengaja oleh Barat dirancang untuk manuver Iran ke dalam "menembak tembakan pertama," bisa memiliki konsekuensi bencana jauh melampaui batas-batas Teluk Persia.

Provokasi yang tidak lama datang.

Meskipun kesepakatan yang dicapai oleh Iran dengan kelompok 5 +1 P negara (Inggris, China, Prancis, Rusia, Amerika Serikat dan Jerman), untuk memulai kembali pembicaraan di Turki atas masalah nuklir, kampanye teror CIA-Mossad-MEK mengambil giliran gelap minggu ini, sebuah tanda bahwa kekuatan-kekuatan imperialis, dipelopori oleh Amerika Serikat, bertujuan untuk membunuh negosiasi bahkan sebelum mereka mulai.

Pada Selasa, seorang profesor universitas Iran, Mostafa Ahmadi Roshan, 32, seorang ahli kimia dan direktur fasilitas pengayaan uranium Natanz, dibunuh setelah dua penyerang pada sepeda motor melekat bom magnetik untuk mobilnya.

Analis Richard Silverstein menulis di situs web Tikun Olam Rabu bahwa "sumber sendiri saya bersifat rahasia Israel menegaskan pembunuhan hari ini adalah pekerjaan Mossad dan MEK, sebagaimana telah beberapa operasi sebelumnya saya sudah dilaporkan di sini."

Silverstein menegaskan bahwa "metode kenang lagi serangkaian pembunuhan yang terjadi dari Fereidoun Abbassi Davani (yang luka parah) dan rekannya Majid Shahriari (yang dibunuh). Membunuh Hari terjadi dua tahun sampai hari setelah pembunuhan ilmuwan lain, Masoud Ali Mohammadi. "

Menurut Kantor Berita Fars, ledakan yang menewaskan Roshan "juga melukai dua warga Iran lainnya di lingkungan Khandan Seyed di Northern Teheran."

Sopir scientist' itu, Reza Qashqavi, yang sedang terluka parah dalam ledakan itu, "meninggal karena luka-lukanya di RS Resalat beberapa jam kemudian," Fars melaporkan.

Apa yang membuat pembunuhan Roshan yang sangat mengganggu adalah bahwa menurut analis politik Mohamed Sayyed Marandi, yang "IAEA [Badan Energi Atom Internasional] pejabat pernah bertemu dengannya [Ahmadi Roshan] sebelumnya."

Marandi menuduh bahwa semua ilmuwan Iran yang telah ditargetkan dan kemudian kemudian dibunuh dalam serangan teroris "memiliki nama mereka diberikan oleh IAEA kepada pihak ketiga," dilaporkan Press TV.

"Sudah jelas bahwa agen-agen intelijen Barat sedang melakukan serangan-serangan ini, atau jika Israel yang membawa mereka keluar, adalah dengan pengetahuan tentang Eropa dan Amerika. Karena agen-agen ini sangat erat selaras satu sama lain, mereka bekerja sama secara ekstensif, mereka pertukaran informasi, "kata Marandi.

Sementara tidak ada yang mengklaim kepengarangan kemarahan teroris, Associated Press melaporkan bahwa IDF Kepala Staf Benny Gantz bersaksi dalam sesi tertutup untuk Urusan Luar Negeri Knesset Israel dan Komite Pertahanan bahwa proxy Amerika, Israel, terlibat dalam menyabotase program nuklir Iran melalui serangkaian "tindakan tidak wajar."

"2012 diharapkan menjadi tahun kritis bagi Iran," kata Gantz komite, mengutip "tekanan internasional pertemuan dari upaya untuk memajukan program nuklir, perubahan kepemimpinan internal, lanjutan dan hal-hal yang terjadi untuk itu tidak wajar."

Roshan adalah ilmuwan keempat tewas dalam serangkaian pembunuhan sejak Januari 2010 dan mengikuti serangkaian serangan terhadap pertahanan dan fasilitas nuklir.

Pada awal November, ledakan bom besar-besaran di pangkalan rudal Ganeh Tawaran luas 25 mil sebelah barat Teheran dibunuh atas 30 anggota Garda Revolusi Iran (IRGC), termasuk Mayor Jenderal Hassan Moqqadam, seorang pemimpin senior program rudal Iran.

Kemudian bulan itu, sebuah ledakan besar dilaporkan di fasilitas konversi uranium di Isfahan Iran. Meskipun pejabat Iran membantah serangan terjadi, The Times melaporkan bahwa "citra satelit ... jelas menunjukkan asap mengepul dan kehancuran."

Pejabat AS, seperti yang mereka wont, menanggapi dengan cara yang khas - mereka menyalahkan korban.

Departemen Luar Negeri juru bicara Victoria Nuland mengatakan ia "tidak ada informasi salah satu cara atau yang lain" tentang pembunuhan ilmuwan, sementara Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengecam Iran karena "retorika provokatif" mereka dan mengeluarkan penolakan kategoris bahwa AS mengorganisir terorisme dalam Islam Republik.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan berbahasa Ibrani harian Ma'ariv, Duta Besar AS untuk Israel, Dan Shapiro mengatakan bahwa "Washington sedang mempersiapkan untuk melakukan setiap tindakan untuk menggagalkan program nuklir Iran," lapor Xinhua.

"Kami sudah mengatakan dan saya katakan lagi bahwa semua pilihan terbuka ... Presiden (Barack) Obama jelas dan konsisten mengatakan bahwa dia akan melakukan segalanya dan menggunakan segala sarana yang diperlukan untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir, dan ia berarti setiap kata , "kata Shapiro.

Pernyataan Shapiro, jika tidak cukup sebuah pengakuan terbuka, merupakan tanda kemunafikan tak terbatas Washington karena diduga upah yang disebut "Perang Melawan Teror" sementara mengorganisir serangan teroris pada pemerintah yang telah ditargetkan untuk perubahan rezim.

Iran, dan Cina, Catatan pemberontak

Dengan putaran baru sanksi ekonomi menargetkan kemampuan Iran untuk menjual minyak pada pasar internasional ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Obama pekan lalu, dan dengan Uni Eropa mengancam untuk melakukan hal yang sama, itu tidak mungkin bahwa pemerintah Iran, atau pasangan prinsip perdagangan mereka , akan duduk diam dan memungkinkan Barat untuk merusak perekonomian mereka masing-masing.

Meskipun The Washington Post melaporkan Selasa bahwa "intelijen senior AS resmi" mengatakan bahwa "tujuan sanksi AS dan lainnya terhadap Iran adalah runtuhnya rezim," kutipan itu cepat menarik dari situs web mereka.

Post mengklaim account sebelumnya adalah "salah melaporkan" dan bahwa "versi terbaru mengklarifikasi pernyataan resmi itu," sebuah keliru memanjat-down yang mengungkapkan lebih dari Washington ditujukan untuk sedikitnya!

Uni Eropa mengumumkan bahwa pertemuan para menteri luar negeri akan diselenggarakan 23 Januari, seminggu lebih awal dari yang direncanakan, untuk menyelesaikan kesepakatan mengenai embargo minyak yang komprehensif.

Sementara Uni Eropa dan beberapa Asia membeli minyak negara yang mengalah-pada tuntutan Washington, geopolitik Amerika kreditur saingan dan terbesar, China, telah menolak panggilan untuk menempatkan memeras pada Teheran.

Dengan Keuangan AS Timothy Geithner di Beijing pekan ini, The Washington Post melaporkan bahwa Kissinger Associates mantan pengikut dalam kabinet Obama "diharapkan untuk menekan para pemimpin Cina untuk mengurangi minyak negara itu impor dari Iran."

Dia tidak mungkin untuk menemukan telinga reseptif, namun.

Wakil menteri luar negeri China bertanggung jawab untuk hubungan AS, Cui Tiankai, mengatakan pada Senin bahwa "hubungan perdagangan normal dan kerjasama energi antara China dan Iran tidak ada hubungannya dengan masalah nuklir Kita tidak harus mencampur isu kodrat yang berbeda,. Dan China yang sah keprihatinan dan tuntutan harus dihormati. "

Setelah mengecam rezim sanksi baru diberlakukan pekan lalu, Cina, pembeli terbesar ketiga minyak mentah Iran, mengatakan pembatasan baru tidak akan mempengaruhi bisnis di setidaknya.

Associated Press melaporkan bahwa "sekitar 11 persen dari impor minyak China pada tahun 2011 berasal dari Iran, atau sekitar 560.000 barel per hari, aliran yang meningkat dalam paruh kedua tahun ini, menurut analis industri minyak Argus Media."

"Rata-rata harian untuk bulan November 617.000 barel," AP melaporkan, "dekat dengan sepertiga dari total ekspor minyak Iran sebesar 2,2 juta barel per hari, Argus mengatakan," suatu tanda bahwa Cina hampir tidak terintimidasi oleh ancaman AS.

Menolak klaim AS dan Eropa bahwa hubungan bisnis normal dengan Republik Islam memberikan dukungan keuangan untuk program nuklirnya, Cui menyatakan bahwa "argumen tidak menahan air."

"Menurut logika ini," kata wakil menteri, "jika Iran memiliki cukup uang untuk memberi makan populasi mereka, maka mereka memiliki kemampuan untuk mengembangkan program nuklir," kata Cui wartawan. "Jika itu terjadi, sebaiknya kita juga menyangkal Iran kesempatan untuk memberi makan penduduknya?"

Menunjuk komentar Cui adalah tusukan jelas di rezim sanksi AS yang ditargetkan Irak selama lebih dari satu dekade sebelum invasi 2003. Sanksi, yang mantan resmi PBB Dennis Halliday disebut "genosida" kembali pada tahun 1999, diperkirakan telah menyebabkan kematian ke atas dari 1,7. juta orang, termasuk sekitar 500.000 anak-anak, "harga" yang mantan Menteri Luar Negeri Madeleine Albright mengatakan adalah "layak."

Tidak terpengaruh oleh ancaman Amerika, Press TV Minggu diungkapkan bahwa "seorang anggota parlemen senior Iran mengatakan tujuan dari latihan angkatan laut yang akan datang oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) adalah untuk mempersiapkan penutupan potensi Selat Hormuz yang strategis."

Para pejabat angkatan laut Iran mengumumkan bahwa mereka 5 Januari "akan mengadakan manuver militer besar di Teluk Persia dan Selat Hormuz pada bulan Februari."

"Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Ali Fadavi mengatakan latihan, ketujuh dalam serangkaian latihan militer dijuluki Nabi Besar, akan berbeda dibandingkan dengan manuver angkatan laut sebelumnya yang dilakukan oleh IRGC," dilaporkan Press TV.

Tajam, kepala deputi parlemen Keamanan Nasional dan Komite Kebijakan Luar Negeri, Esmail Kowsari, mengatakan bahwa "manuver militer telah dirancang untuk mempersiapkan angkatan bersenjata untuk menerima perintah untuk menutup selat dalam waktu yang sesingkat mungkin."

Para outlet berita setengah resmi Iran juga melaporkan Minggu bahwa "Komandan Ground Pasukan Iran Brigadir Jenderal Ahmad-Reza Pourdastan mengumumkan rencana untuk mengadakan manuver militer besar-besaran dalam waktu dekat."

"Sejalan dengan perkembangan global dan kepentingan mereka sendiri," kata Pourdastan Press TV, "negara-negara Barat, hari ini, menggunakan perang lunak [taktik] sebagai inti dari strategi mereka dan itu adalah [hanya] alami bagi kita untuk memiliki pertahanan [taktik] ketika musuh perang dimulai. "

Pada hari Senin, Fars News Agency melaporkan bahwa Komandan IRGC, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari, mengulangi peringatan sebelumnya bahwa "setiap tindakan musuh, bahkan sedikit agresi, terhadap Republik Islam akan membalas dengan respon yang merusak dan akan membahayakan kepentingan agresor di seluruh dunia. "

Ancaman AS-NATO

Pengumuman Iran bahwa mereka akan mengadakan latihan angkatan laut yang baru, diikuti laporan oleh The Daily Telegraph bahwa Inggris akan menyebarkan "yang Daring HMS, Tipe 45 perusak," dan ini "akan mengirim pesan yang signifikan terhadap Iran karena senjata dan dunia -mengalahkan teknologi yang dibawa oleh kapal perang. "

Pada bulan November, The Guardian mengungkapkan bahwa "angkatan bersenjata Inggris sedang meningkatkan perencanaan kontinjensi mereka untuk potensial aksi militer terhadap Iran."

Dalam kebocoran dikontrol, Departemen Pertahanan pejabat mengatakan kepada The Guardian bahwa "perencana militer sedang memeriksa di mana terbaik untuk menyebarkan Kerajaan kapal Angkatan Laut dan kapal selam dilengkapi dengan rudal jelajah Tomahawk selama bulan-bulan mendatang sebagai bagian dari apa yang akan menjadi udara dan kampanye laut."

Selama invasi AS tahun 2003 dan pendudukan Irak, Diego Garcia digunakan oleh Angkatan Udara AS sebagai landasan peluncuran untuk B-2 pembom siluman selama fase awal "dan kejutkan" Washington kampanye atas Baghdad.

Sekarang muncul orang-rencana kontingensi telah dipindahkan dari papan gambar dengan penyebaran HMS Daring menuju Teluk Persia.

Telegraph mengungkapkan bahwa kapal "telah dilengkapi dengan teknologi baru yang akan memberikan kemampuan untuk menembak jatuh apapun rudal di gudang senjata Iran. Para £ 1000000000 perusak, yang akan meninggalkan Portsmouth Rabu depan, juga membawa radar yang paling canggih angkatan laut di dunia, mampu melacak beberapa ancaman dari rudal masuk ke jet tempur. "

Menteri Pertahanan Philip Hammond memperingatkan Iran bahwa "setiap blokade Selat Hormuz akan 'ilegal dan tidak berhasil'."

Menurut Telegraph, sumber-sumber angkatan laut mengatakan bahwa "lebih banyak kapal Inggris bisa dikirim ke Teluk jika diperlukan Jenis kedua 45, HMS Dauntless, juga akan tersedia untuk berlayar dalam waktu singkat.."

Seperti dilaporkan dalam Global Research Desember, Amerika Serikat secara signifikan telah meningkatkan bantuan militer kepada Israel dalam persiapan untuk perang habis-habisan dengan Iran dan bahwa "Pentagon mengirimkan sekitar 100 personil militer ke Israel dari Amerika Eropa Komando (EUCOM) untuk membantu Israel dalam menyiapkan canggih baru X-band radar sistem peringatan dini sebagai bagian dari sistem udara baru dan terintegrasi pertahanan. "

Meskipun "santai digembar-gemborkan sebagai 'bantuan militer,'" Michel Chossudovsky menulis, "proyek ini terdiri dalam memperkuat integrasi sistem pertahanan udara ke Israel bahwa dari AS, dengan Pentagon daripada Israel menyebut tembakan."

Dalam perkembangan baru, Rusia Today melaporkan pekan lalu bahwa "ribuan pasukan Amerika sedang dikerahkan ke Israel, dan pejabat Iran percaya bahwa ini adalah peringatan terbaru dan paling terang-terangan bahwa AS akan segera menyerang Teheran."

"Di bawah 12 Tantangan Austere bor dijadwalkan untuk waktu yang tidak diungkapkan selama beberapa minggu berikutnya," diungkapkan RT, "militer Israel bersama-sama akan dengan host bor rudal Amerika terbesar yang pernah bersama oleh kedua negara."

Seorang pejabat Israel anonim mengatakan kepada Associated Press "bor akan menguji beberapa Israel dan AS sistem pertahanan udara terhadap rudal masuk dan roket. Israel telah dikerahkan 'Panah' sistem, bersama-sama dikembangkan dan didanai dengan Amerika Serikat, yang dirancang untuk mencegat rudal Iran di stratosfer, jauh dari Israel. "

Sementara AS dan Israel pejabat telah disebut latihan "rutin," melaporkan RT bahwa "setelah instalasi pasukan Amerika di dekat Selat tetangga Iran Hormuz dan memperkuat negara-negara di dekatnya dengan senjata AS, Teheran berwenang mempertimbangkan ini tes tidak tetapi memulai dari sesuatu yang jauh lebih besar. "

Ketakutan Iran sepenuhnya dibenarkan.

Dengan Amerika Serikat dan NATO dering Iran dengan basis militer dan dengan penjualan AS lengan beefing-up untuk sekutu regionalnya, termasuk rencana baru-baru ini mengumumkan untuk menjual sekitar $ 30 miliar canggih F-15SA pesawat perang untuk Arab Saudi dan "bunker buster" bom untuk UAE, panggung diatur untuk konfrontasi.

Dalam konteks ini, pembunuhan ilmuwan nuklir Iran hanya sebagai babak baru perundingan diumumkan, adalah tanda yang jelas bahwa Washington bersikeras memaksakan kontrol atas Teluk Persia - melalui perang agresif - sebagai bagian dari jangka berdiri rencana untuk memastikan hegemoni kekaisaran atas energi-daerah kaya Asia Tengah dan Timur Tengah.

Diambil dar: Antifascist Calling
Posting: 12 Januari 2012
Alih bahasa: Google translate

LAWAN FASISME BERKEDOK AGAMA!!


Melihat kehidupan toleransi keberagamaan di negeri ini yang akhir-akhir ini ramai dikejutkan oleh beberapa kasus, tentu saja tak bisa didiamkan begitu saja. Saya kira seluruh umat beragama mesti saling membantu untuk menekan kuasa represif kelompok agama fasis yang selalu bikin rusuh ini.

Ya, saya sebetulnya menghargai keberagamaan. Namun tidak untuk yang mebikin onar. Dalam sejarah islam masa Rasulullah pun, tidak ada bentuk penyampaian kebenaran yang melalui jalur kekerasan. Tidak ada. Pelbagai peperangan yang terjadi masa Rasulullah adalah murni peperangan politik semata. Bukan peperangan agama–sebagaimana yang kita dengar dari pelajaran agama mainstream. Kenapa tampak seperti perang agama, hanya karena kebetulan saja bangsa yang berperang itu memiliki mayoritas masyarakat yang berbeda secara agama.

Tuan, nona, kisana, nisanak, saudaraku, tentu berfikir, apa buktinya kalau peperangan itu bukanlah perang agama? Juga, apa buktinya kalau itu adalah pertarungan politik? Silakan duduk sebentar. Mari berefleksi.

Singkat saja jawabnya. Setelah Rasul memenangkan pertarungan, tidak ada kewajiban bagi para penduduk yang kalah untuk masuk Islam. Itulah mengapa ada kafir (sebutan bagi non muslim, waktu itu), dalam hal ini kafir dzimmi, yang hidup tenang di bawah kepemimpinan Rasul. Kalaupun masyarakat yang kalah perang itu masuk islam, itu lantaran kesadaran mereka sediri. Bukan lantaran dipaksa. Andai itu adalah perang atas nama penegakan agama, tentu saja tidak akan ada istilah kafir dzimmi.

Kalian tentu tau, kafir ini adalah orangorang yang memilih untuk tidak memeluk islam, meskipun  juga hidup dan tinggal di dalam bangsa yang dipimpin oleh Rasul. Bahkan kelompok masyarakat ini juga sangat dilindungi oleh Rasul. Hukum tetap diberlakukan bagi mereka yang menyakiti kaum ini. Misalnya saja saya hidup waktu itu, lalu saya mencuri barang perniagaan mereka, tentu saya juga dihukum. Kalau saya mencuri dalam kadar tertentu, tangan saya bisa dipotong, sebagaimana hukum yang diterapkan di Arab waktu itu.

Ini sekaligus penegas banwa peperangan itu adalah peperangan politik. Rasulullah hanya mengambil alih kekuasan politik saja. Beliau tidak mengambil alih kebenaran agama dengan memaksakan untuk memeluk agama Islam. Saya kira ini berlu kita sadari, bahwa Rasul pun mengakui dan toleran terhadap kaum yang memilih untuk tidak memeluk Islam.

Pada pengembangannya kini, kita juga perlu menginterpretasi pada konteks kekinian. Problem keagamaan kita adalah pada pemaksaan kebenaran tafsir agama yang tunggal. Inilah yang membuat pelbagai saudara islam yang lain diberangus, sebagaimana pada Ahmadiyah yang terjadi pada akhir-akhir ini. Terlebih penegakan itu menggunakan cara-cara kekerasan. Tentu saja ini kelewatan–untuk tidak menyebut ketololan. Karena bahkan Nabi pun tidak pernah melakukannya, lebih lanjut Ia melarang kekerasan. Seharusnya kasus akhir-akhir ini tidak terjadi, bukan?

Kalau saja ajaran nabi tidak dicermati dengan baik, tentu saja kehidupan beragama kita saat ini akan terasa lebih indah. Entah mengapa, saya merasa kasus kasus belakangan sudah sangat kelewatan. Saya merasa ini dorongan kemusliman saya. Bahwa saya tidak ingin agama dijadikan sebagai alat untuk menegakkan fasisme gerakan. Sekiranya kini kita semua perlu bersepakat untuk bersama-sama menyelamatkan kehidupan keberagamaan di negeri ini. Meneriakkan suara lantang yang dititipkan Tuhan kepada kita: Lawan Fasisme Berkedok Agama.

Ingat kawan, saya tidak meneriakkan perangi agama, perangi FASISME berkedok agama.

Mau Poster-poster yang terpampang dalam postingan ini yang berukuran A3?? Silahkan download:
Poster 1, Poster 2, Poster 3


















Ditulis Oleh: Rifqi Muhammad
Diambil dari: Rifqiblog
Tanggal Posting: 9 Februari 2011

FASISME, ANCAMAN BAGI KEHIDUPAN UMAT MANUSIA


Tulisan berikut merupakan ulasan atas buku yang ditulis oleh Wilson yang berjudul “Orang dan Partai Nazi di Indonesia” yang dimuat di KOMPAS.COM. Pengaruh fasisme Jerman yang dikenal dengan Nazisme ini masuk lewat pengaruh Belanda di Indonesia lewat partai fasis yang pada awalnya didirikan oleh orang-orang Belanda di tanah Hindia-Belanda (nama Indonesia pada zaman Belanda dulunya).

Ideologi fasis Jerman ini kemudian mendapatkan lahan yang subur pada masyarakat Jawa yang terbiasa dengan budaya raja-raja seperti Dr. Notonindito seorang anggota PNI zaman dulu dan pemimpin Parindra, Woerjaningrat Soekardjo Wirjopranoto. Sebagaimana para pemimpin fasis Eropa seperti Hitler dan Mussolini yang memuja-muja kekaisaran Romawi sebagai teladan, kaum fasis Jawa di Indonesia mengelu-ngelukan kekuasaan kerajaan-kerajaan di Nusantara terutama kerajaan-kerjaan Jawa yang utamanya adalah kerajaan Majapahit. Gagasan fasisme Jawa ini kemudian dikembangkan oleh Sukarno, penguasa fasis pertama di Republik Indonesia, yang juga menggunakan “keagungan” dan lambang-lambang kerajaan Majapahit, sebagai dasar daripada kekuasaannya di tanah Indonesia. Sukarno sendiri menjadi penguasa di Indonesia utamanya lewat dukungan kaum fasis Jepang. Sampai kinipun, masih banyak orang Jawa yang berkecenderungan fasis yang masih menggunakan kerajaan Majapahit sebagai pengesahan daripada usaha mereka untuk meraih kekuasaan.

==================================================================

Mendengar kata fasisme, biasanya pikiran kita menerawang ke masa lalu di negeri orang. Sejarah fasisme seolah-olah milik bangsa Jerman, Spanyol, Italia dan Jepang. Padahal, di negeri ini pernah punya partai fasis. Bahkan sekarang karakter fasisme masa lalu masih ada yang mewarisi.

Namun melalui buku ini, Wilson, alumni Fakultas Sejarah Universitas Indonesia yang membuka mata kita untuk mengenal masa lalu fasisme di negeri ini.

Munculnya politik fasisme di negeri ini dimulai sejak kemenangan Partai Nazi Jerman yang memenangkan Pemilu 1933. Kemenangan ini menurut Wilson menjadi pegangan politik baru bagi kaum Indo di negeri Jajahan Hindia-Belanda.

Telah menjadi wacana umum, bahwa sejarah fasisme berakar dari krisis ekonomi dan politik berkepanjangan yang menimpa suatu bangsa. Fasisme memiliki dasar filosofi fascio (Italia), fascis (Latin), yang berarti seikat tangkai kayu.

Di tengah kayu ini terdapat kapak pada zaman Kekaisaran Romawi. Fascis ini merupakan simbol dari kekuasaan. Dengan kata lain, kekuasaan politik fasis adalah diktator; ekonomi, politik, sosial, seni, budaya, hingga agama semuanya harus berjalan sesuai dengan selera penguasa.

Dari sisi “psikologi-politik”, Wilson melihat, menjelang Perang Dunia II Hindia-Belanda terdapat suatu kondisi di mana stratifikasi rasialnya menyediakan bibit-bibit subur bagi fasisme. Sebagian kaum Indo memandang ide-ide fasisme merupakan suatu harapan untuk tetap menjaga kepentingan ekonomi mereka dalam arus perubahan politik dunia. (hlm 102).

Pada tahun ini juga muncul partai fasis di Hindia-Belanda, yakni Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie (NIFO), Facisten Unie (FU). Pengaruh fasisme yang begitu kuat di masa krisis saat itu juga menghipnotis kalangan bumi putera. Bulan Juli 1933, Partai Fasis Indonesia (PFI) berdiri.

Dr. Notonindito, bekas anggota PNI Lama asal Pekalongan adalah tokoh teras pendiri partai fasis ini. Ide dasar pendirian PFI ini memang agak unik karena tidak didasarkan kepentingan ideologi, melainkan oleh cita-cita pembangunan kembali kerajaan-kerajaan Jawa seperti Majapahit dan Mataram, Sriwijaya di Sumatera, dan kerajaan-kerajaan di Kalimantan.

Gema fasisme yang melanda dunia menuai respon beragam dari kalangan pergerakan di Indonesia. Kelompok PNI Baru, PKI dan Partindo adalah kelompok yang menentang gigih fasisme. Alasan dasarnya karena fasisme adalah benteng terakhir dari kapitalisme untuk mempertahankan diri dari krisis ekonomi dan politik (Hlm 178).

Sedangkan di luar kedua kelompok ini, Wilson menilai kaum pergerakan “kebingungan” dalam merespon fasisme. Kelompok PSII dan Parindra misalnya, karena percaya ramalan politik Jayabaya menganggap fasisme Jepang sebagai “saudara tua” yang akan membebaskan bumiputera dari belenggu kolonialisme Belanda.

Istilah “Indonesia Raya” dan “Indonesia Mulia” yang getol dikampanyekan oleh Parindra misalnya, mengingatkan kita pada ide “Jerman Raya” milik kaum Nazi Jerman yang mengakibatkan pembantaian jutaan orang Yahudi. (Hlm 179). Bahkan Agus Salim melihat potensi fasisme sebagai solusi mengusir kolonial.

Fasisme lama tinggal catatan sejarah. Terbukti tidak organisasi atau negara yang menganut fasisme lagi. Namun, sebagaimana kekhawatiran Mansour Fakih (Alm) delapan tahun silam, krisis gawat yang terus melanda negeri ini tidak mustahil menjadi bibit-bibit persemaian fasisme. Hal ini bisa dibuktikan oleh fakta berbagai organisasi yang gemar mobilisasi massa, arak-arakan, dan gemar melakukan tindak kekerasan untuk memaksakan kehendaknya.

Rekaman sejarah yang ditulis secara objektif dengan penafsiran yang cerdas ternyata mampu menjadikan masa lalu nampak dekat dengan kenyataan masa kini.

Buku ini juga mengisyaratkan kepada kita, bahwa fasisme yang mengancam kehidupan umat manusia itu tidak selalu berupa partai atau gerakan militer, melainkan juga dalam hal cara berpikir, mengambil sikap, berorganisasi, bahkan dalam hal berdakwah.



Diambil dari: Vara Jambak
Judul Aseli: Kisah Fasisme Hindia-Belanda
Ditulis Oleh: Faiz Manshur
Tanggal Posting: 24 Desember 2009

DARI TWEETER SEKILAS TENTANG FASISME DI INDONESIA MASA LALU


Foto ini diambil pas pemakaman MH Thamrin.
Oke tweeps, saya mau nge-tweet ringan ttg Fasisme di Indonesia. Bukan yang terjadi sekarang — tp dimasa lalu sebelum kemerdekaan

Di Indonesia pada tahun 1933, berdiri Partai Fasis Indonesia di Bandung. Yang mendirikan namanya Dr. Notonindito – lulusan Jerman

pertanyaan : Kok tahunnya pas tahun naiknya Hitler jd Kanselir?

hanityo : emang — hal itu yang mengilhami berdirinya partai fasis indonesia

tapi paham fasisme pada waktu itu, berbeda aplikasinya dgn sekarang. Sblm kemerdekaan, paham fasisme ditujukan untuk melawan kolonialisme

Sama seperti Mussolini yang terbuai dgn kejayaan masa lalu Romawi — pendukung partai fasis di Indonesia rindu kejayaan Nusantara

Pendukung paham fasisme di Indonesia ingin mewujudkan kembali kejayaan Majapahit,Sriwijaya dan Mataram. jg berpedoman pd ramalan Jayabaya

Jadi waktu itu di Indonesia ada 2 partai dgn paham bertolak belakang. Fasis dan Komunis — tp dua2nya menentang kolonialisme. keren kan?

Di kalangan londo Belanda paham fasis juga ada dgn partai2 seperti Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie (NIFO) dan Facisten Unie (FU)

Bahkan cita2 para fasis di Hindia Belanda adalah — memisahkan diri dari Belanda Eropa, & memerdekakan diri menjadi negara Hindia Belanda

Tolong bedakan ya.. Fasis indo-Belanda dan fasis pribumi. Fasis pribumi ingin merdekaa!

Pada tahun 30-an, orang2 Jerman di Hindia Belanda serta orang Belanda pro NAZI ramai2 mendukung kebangkitan Hitler.

Tapi kondisi tahun 30-an ya harmonis — tidak pernah ada bentrokan antara pendukung fasis dan komunis.

lumrah bila di sebuah taman di Batavia — ada yang berteriak sambil berbaris Sieg Heil, sementara di sisi lain ada nyanyi Internationale

Oiya, rivalitas fasis-komunis ini juga terjadi di Lapangan Bola. Saat itu, NIVU (organisasi sepakbola saingan PSSI)jg rutin adakan kompetisi

Kompetisi sepakbola NIVU terpisah dgn kompetisi yang diadakan PSSI. Mirip dengan yang akan terjadi bila LPI berkompetisi next year

Sebagai contoh : Kiper terbaik Indonesia (Maladi) bermain di kompetisi PSSI sedangkan playmaker terbaik (Ahmad Nawir) main di liga NIVU

Kompetisi yg diadakan NIVU jauh lebih rapih — dgn revenue pertahun mencapai 15ribu gulden. PSSI waktu itu kelasnya msh amatir

Waktu itu yang mendominasi liga NIVU adalah tim Batavia (SVB,Vios,Sparta,Hercules) dan Surabaya (Excelsior, HBS,TiongHoaClub dll)

pertanyaan : Club trsbut ada yg menjadi cikal bakal dengan club yg skrg ga ??

hanityo : kayaknya nggak ada. Setelah kemerdekaan pada bubar — pemain2nya masuk klub lain dibawah PSSI

Namun pertemuan antara football bund Bandung & Semarang pasti selalu panas. Fans bund Bandung pendukung fasis sedang SMG dukung komunis

Ini karena pengaruh konsentrasi kaum fasis yg daridulu memilih Bandung sbg pusat pergerakan & kaum kiri (pengikut Sneevliet) di Semarang

Cikal Bakal PKI kan ada di Semarang, dulunya namanya Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV) dikonsep oleh Sneevliet

Makanya, Jateng/Jatim jaman dulu kiri banget — sementara pengaruh kiri di Jabar nggak kentara, karena emang paham fasis yg ngetop di Jabar

Balek ke sepakbola, Pertandingan antara bund Bandung & Semarang mirip dgn pertemuan antara Lazio & Livorno di Serie A. Suasananya panas

Topik Sepakbola-Politik sebelum kemerdekaan ditunda kapan2 ya.. kita balik ke fasisme di tanah air.

Kita sudah tau pergerakan kiri Indonesia terus berjalan melalui PKI yang anti-fasis. Lha kaum fasis di Indonesia masuk partai apa?

*Ehem* Kaum fasis di Indonesia bergabung dgn Parindra & PSII, tapi jgn berprasangka negatif dulu. Fasis disini adalah fasis anti kolonial

pertanyaan : parindra bukannya partainya tan malaka abis dia ditendang dari pki ya?

hanityo: Tan Malaka partainya Murba kak

Bahkan, petinggi Parindra menghubungkan paham fasis dengan serat Jayabaya, sehingga mereka menyambut Jepang sbg negara pembebas

Karena itu pulalah, Husni Thamrin selalu dimata2i oleh dinas rahasia Belanda, karena Thamrin dianggap pro Jepang

Oiya, MH Thamrin itu tokoh Parindra — dia dikenai tahanan rumah sampai akhir hayatnya. Namun meninggalnya MH Thamrin jg msh kontroversi

Dalam laporan resmi,MH Thamrin meninggal karena malaria. Namun banyak yg jg pendapat bahwa MH Thamrin meninggal diracun agen rahasia Belanda

Btw, balik sedikit ke tahun 20-an. Jaman kuliah,saya pernah nemu thesis yang menghubungkan antara Sumpah Pemuda dgn Fuhrerprinzip.

Slogan Fuhrerprinzip yang diulang-ulang adalah Ein Volk, Ein Reich, Ein Fuhrer — “One People, One Nation, One Leader”.

Prinsip tersebut mengilhami Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Ini menurut thesis tersebut lho yaa. Keren bgt yg nulis mahasiswa Ceko

Btw, Fuhrerprinzip dikonsep oleh Hermann Keyserling pada awal 1920, diadaptasi oleh NAZI tak lama setelahnya.

Foto ini diambil pas pemakaman MH Thamrin. Coba liat salam “Sieg Heil” pemuda2 dipinggir iringan jenazah [gambar diatas]

pertanyaan : salam ganesha ITB juga begini tangannya, apakah fasis juga abang2ku terdahulu?

hanityo: beda — salam Ganesha ITB (untuk tuhan,bangsa & almamater) berbeda dgn gerakan Sieg Heil.

Lebih lanjut ttg fasisme di Indonesia silahkan cekidot buku “Orang dan Partai Nazi di Indonesia: Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme”

Kita sama2 tau pasca 65, Komunis Habis — Fasis Eksis. Tokoh2 fasis bahkan ada yg jadi pahlawan Nasional #NoMention yaa. sok di-google aja

Ok tweeps, sekian tweet ringan ttg fasis di Indonesia. Tar gw compile deh, lupa ngasih hash-tag. Sekian TarimaKasih

Penganut paham fasisme-nasionalis yang jadi pahlawan Nasional Indonesia itu sbenernya bisa diliat di foto yg saya post barusan


Yang Blangkonan itu namanya Sukarjo Wiryopranoto — pahlawan Nasional lho. cek wikipedia deh. Lainnya? ehehee jgn deh auw, kontropersi soale
–end.

Diambil dari: Twitpocket / Judul Aseli: tentang fasisme di Indonesia dari @hanityo / Tertanggal: 30 Desember 2010



FASISME: Ideologi berdarah Darwinisme (Download e-book gratis)

Fasisme dikenal sebagai ideologi yang lahir dan berkembang subur pada abad ke-20. Ia menyebar dengan pesat di seluruh dunia pada permulaan Perang Dunia I, dengan berkuasanya rezim fasis di Jerman dan Italia pada khususnya, tetapi juga di negara-negara seperti Yunani, Spanyol, dan Jepang, di mana rakyat sangat menderita oleh cara-cara pemerintah yang penuh kekerasan. Berhadapan dengan tekanan dan kekerasan ini, mereka hanya dapat gemetar ketakutan. Diktator fasis dan pemerintahannya yang memimpin sistem semacam itu—di mana kekuatan yang brutal, agresi, pertumpahan darah, dan kekerasan menjadi hukum—mengirimkan gelombang teror ke seluruh rakyat melalui polisi rahasia dan milisi fasis mereka, yang melumpuhkan rakyat dengan rasa takut. Lebih jauh lagi, pemerintahan fasis diterapkan dalam hampir semua tingkatan kemasyarakatan, dari pendidikan hingga budaya, agama hingga seni, struktur pemerintah hingga sistem militer, dan dari organisasi politik hingga kehidupan pribadi rakyatnya. Pada akhirnya, Perang Dunia II, yang dimulai oleh kaum fasis, merupakan salah satu malapetaka terbesar dalam sejarah umat manusia, yang merenggut nyawa 55 juta orang. Namun, ideologi fasisme tidak hanya ada dalam buku-buku sejarah. Meski saat ini tidak ada satu negara pun yang menyebut diri sebagai fasis atau secara terbuka mempraktikkan fasisme, di berbagai negara di dunia terdapat banyak pemerintahan, kelompok dan partai politik yang mengikuti pola-pola fasistik. Walaupun nama dan taktiknya telah berubah, mereka masih terus menimpakan kesengsaraan serupa pada rakyat. Berkemungkinan pula, kemerosotan kondisi sosial dapat membuat dukungan terhadap fasisme makin berkembang. Karenanya, fasisme terus-menerus menjadi ancaman bagi kemanusiaan.

Ebook ini ditulis untuk menghadapi bahaya yang terus membayangi tersebut. Selain menyingkap berbagai kecenderungan fasistik yang muncul dalam aneka bentuk dan metode, buku ini juga dimaksudkan untuk mengungkap akar dan sasaran mereka yang sesungguhnya. Tujuan lainnya adalah untuk menyingkap kedok “agamis” yang terkadang digunakan fasisme dan mengungkap keberadaannya sebagai sebuah sistem yang sama sekali bertolak belakang dengan agama sejati. ditulis oleh Harun Yahya, www.harunyahya.com/indo, jika anda kepingin mendownload langsung ebooknya, silahkan klik DOWNLOAD EBOOKNYA.

V de Vendetta The Comics (Menjelaskan Anarkisme Lewat Komik)


"Kerusuhan dan keributan ini, V… Inikah anarki? ... Anarki berarti "tanpa pemimpin", bukan "tanpa peraturan". Bersama anarki datang masa ordnung, masa keteraturan sejati… dgn kata lain keteraturan secara sukarela. […] Ini bukan anarki, Eve. Ini kekacauan." (petikan percakapan V dengan Eve dari komik V for Vendetta, hlm. 195)

Anarki dan kekacauan, samakah? Ya bila kita lihat pemakaian kata "anarki" dalam bahasa sehari-hari. Tapi tidak bila kita melihatnya dari sejarah aliran pemikiran kritis.Buku Sean M. Sheehan, Anarkisme: Perjalanan Sebuah Gerakan Perlawanan (Marjin Kiri, 2007) berusaha mengupas sejarah anarkisme sebagai sebuah falsafah politik, dengan dampaknya yang meluas pada bidang kebudayaan dan kesenian.

Sebagai falsafah politik, anarkisme sering dianggap tidak serius dan diasosiasikan sebagai "kenakalan liar" belaka. Sebagian penyebabnya adalah karena anarkisme menolak konsep Negara tunggal atau tersentral, padahal "Negara berdaulat adalah sumber otoritas politik sebagaimana yang kita pahami. Sedemikian kuat konsep ini sampai sulit untuk membayangkan apa jadinya ilmu politik tanpa konsep Negara" (Anarkisme hlm. 23). Meskipun menentang Negara, anarkisme tidaklah menentang pemerin­tahan dalam arti "administrasi sistem politik". Anarkisme mendambakan pemerintahan swakelola yang dijalankan sukarela oleh warganya, bukan lewat paksaan aparatus hukum Negara yang kita kenal sekarang.

Proyek macam ini sering dibilang utopis, namun Sheehan mencontohkan komunitas-komunitas anarkis kuno maupun baru yang terbukti mampu menjalankan ideal macam ini, mulai dari komunitas Diggers di Inggris abad ke-17 sampai komunitas Zapatista di Meksiko yang melancarkan pemberontakan menjelang akhir abad ke-20. Sheehan juga merayakan kejayaan kubu Anarkis dalam memerangi pasukan Fasis dalam Perang Saudara Spanyol tahun 1930-an. Dalam perang inilah terbukti bahwa prinsip-prinsip anarkis mungkin diterapkan dalam penataan kehidupan politik modern. Revolusi anarkis ini terbukti berdampak positif pada kinerja perekonomian. Produksi pertanian Spanyol meningkat antara 1936 dan 1937 (hlm. 102). Sheehan menggugat, meski bukti-bukti ini berlimpah, "namun anehnya tidak dianggap sebagai argumen bahwa anarkisme itu mungkin diterapkan pada abad ke-21." (hlm. 49).

Dianaktirikan dalam lingkup ilmu sosial-politik, anarkisme justru memberi banyak pengaruh dalam kebudayaan dan kesenian. Musik punk misalnya, adalah anak kandung anarkisme. Sheehan memaparkan banyak contoh karya-karya sastra dan film yang mengangkat tema atau prinsip anarkisme dengan stereotipnya masing-masing. Sungguh kebetulan bahwa dalam waktu yang tak beda jauh terbit pula komik V for Vendetta (Gramedia, 2006) yang juga bisa dipakai sebagai contoh bagaimana anarkisme ditampilkan dalam budaya pop. Publik Indonesia mungkin lebih dahulu mengenal V for Vendetta di layar lebar.

Alkisah dalam komik ini, Inggris tahun 1997 dikuasai oleh kediktatoran fasis Takdir yang dipijakkan pada konspirasi militer, birokrat, dan rohaniawan, dengan dipadu oleh kemahakuasaan teknologi. Kebudayaan, kesenian, dan pemikiran pada umumnya diberangus. Rakyat hanya boleh mendengarkan siaran radio yang mengudarakan Suara Takdir. Kamera televisi siaran terbatas (CCTV) dipasang di tiap sudut jalan mengawasi gerak gerik masyarakat. Intel bertebaran di mana-mana. Kebebasan nol. Dalam kata-kata Sang Pemimpin: "Aku percaya pada persatuan. Dan jika kekuatan itu, kesamaan tujuan itu menuntut keseragaman pikiran, kata, dan perbuatan, itulah yang harus diterapkan." (Vendetta, hlm. 37).

Di tengah situasi represif inilah muncul tokoh V yang melancarkan serangkaian perlawanan dengan teknik-teknik anarkis. V adalah tokoh eksentrik yang memakai jubah dan topeng teater yang selalu tersenyum. Dulu ia pernah dijadikan kelinci percobaan medis di kamp konsentrasi, namun tak ada penjelasan bagaimana setelah lolos ia bisa merintis proyek perlawanannya. Yang jelas, di rumahnya berjajar karya-karya sastra, musik, dan film yang telah diberangus dari kehidupan publik. Dari sinilah ia menimba ilmu dan inspirasi tentang kebebasan.

V disebut anarkis karena dalam perlawanannya ia tidak berusaha menggulingkan rezim Takdir lalu menggantinya dengan "pemerintahannya" sendiri. Ia berusaha menyadarkan masyarakat bahwa ada kehidupan lain di luar hidup yang mereka alami sekarang ini. V cuma membuka jalan, hanya pemberontakan bersamalah yang bisa mengubah kehidupan. Hal pertama yang dilakukannya adalah meledakkan Gedung Parlemen. Rezim berusaha berdalih bahwa ini adalah "penghancuran disengaja untuk menghindari kemacetan." Kekuasaan yang hendak berlaku total dalam prakteknya justru mudah digoyang oleh hal-hal kecil, karena itulah V lalu menculik Komandan Lewis Prothero yang setiap harinya menjadi pengisi Suara Takdir di radio. Karena tak berhasil menemukan penggantinya, rezim pun siaran seadanya, dan "seluruh negara mendengarkan. Ada yang salah dengan Suara Takdir. Hal seremeh itu telah menebarkan bayangan gelap […] Segalanya tak lagi sama." (hlm. 36). Totalitas Negara mulai rontok.

Komik V for Vendetta adalah novel grafis serius yang sungguh memukau dalam cerita maupun visualnya. Sayang sekali penggarapan edisi Indonesia ini tidak sepadan dengan kualitas komik ini aslinya. Banyaknya salah penggal kata menunjukkan rendahnya kualitas proofreading, sementara penerjemahan beberapa kutipan yang merujuk pada karya-karya sastra "tinggi" tidak dilandasi pengetahuan memadai tentang kutipan tersebut, sehingga membuat tokoh V jadi kelihatan seperti tukang ngelantur yang tidak jelas apa yang dibicarakannya. Lihat kutipan puisi W.B. Yeats ini di hal. 196: "Berputar-putar di pusaran yang membesar, burung falcon tak dapat mendengar tuannya, segalanya hancur… inti tak dapat bertahan." Andai penerjemah mau sedikit teliti melacak puisi tersebut, tentu akan tahu bahwa puisi "The Second Coming" ini dipakai sebagai epigram pembuka mahakarya Chinua Achebe Things Fall Apart, yang telah diterjemahkan dengan sangat baik menjadi Segalanya Beran­takan (Sinar Harapan, 1986): "Berputar-putar dalam putaran melebar/ elang pun tiada mendengar sang pemburu/ segalanya berantakan; pusat tak dapat bertahan/ hanya anarki kini melanda dunia."

Achebe memakai puisi Yeats sebagai alegori runtuhnya kolonialisme di Afrika, dan Moore mengutipnya di Vendetta sebagai alegori runtuhnya pusat kekuasaan fasisme Takdir--sesuatu yang tak tertangkap dalam terjemahannya di komik ini. Hal sama juga berlaku untuk kutipan soneta-soneta Shakespeare, yang tentunya akan jadi lebih baik bila penerjemah mau menengok terlebih dahulu hasil terjemahan Trisno Sumardjo.

Meski kedua buku ini menyegarkan, sebenarnya ini bukan pertama kalinya buku-buku anarkisme diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Setahu saya, dulu pernah beredar secara bawah tanah terjemahan karya tokoh-tokoh anarkis macam Rudolf Rocker dan Emma Goldman dalam bentuk stensilan. Namun inilah pertama kalinya buku tentang anarkisme digarap secara serius dan beredar di toko buku mainstream. Apakah dengan ini wacana anarkisme diharapkan bisa dengan bebas memasuki ruang publik tanpa disertai kecurigaan dan resistensi? Sepertinya itulah yang hendak disasar oleh penerbit Marjin Kiri, seperti bisa dibaca pada penjelasan mereka: "Apakah kita tengah berada dalam era kebangkitan anarkisme global sebagai respon terhadap neoliberalisme global? Hal ini penting untuk dikaji, karena setelah kapitalisme dan komunisme turut menanggung dosa sejarah yang besar, barangkali anarkisme kontemporerlah yang bisa menawarkan alternatifnya." (Anarkisme, hlm. i). Mengkaji anarkisme secara ilmiah dalam konteks neoliberalisme sekarang tentu saja menarik, meski ada beberapa soal yang masih bisa diperdebatkan. Benarkah gerakan-gerakan antineolib yang sering disebut sebagai "masyarakat sipil global" ini sama dengan "anarkisme global"? Tidakkah neoliberalisme yang bertujuan menciutkan seminimal mungkin peran Negara justru berbatasan tipis sekali dengan prinsip anarkis yang menolak Negara terpusat?

Banyak pertanyaan belum terjawab dari buku Sheehan, namun kehadirannya diharap bisa memberi masukan baru dalam pemikiran progresif di negeri ini. Ketika "kiri" disebut-sebut, asosiasinya diharap tidak lagi tertuju secara kaku pada "sosialisme" atau "komunisme" semata, namun juga "anarkisme" dan pelbagai varian pemikiran libertarian lainnya. Sheehan bahkan menggaris­bawahi keberagaman spektrum politik kiri ini dengan menuliskan bahwa pihak yang paling banyak menghabisi gerakan anarkis justru bukan kaum kapitalis, melainkan Lenin dan Stalin yang komunis.

Tapi sebagai gagasan, anarkisme terbukti mustahil dihabisi. Dalam V for Vendetta tokoh V tanpa gentar menerjang peluru-peluru pistol sambil berkata ke penembaknya: "Kau hendak membunuhku? Tak ada darah atau daging di balik jubah ini yang dapat dibunuh. Hanya ada ide. Dan ide tahan peluru." (Vendetta, hlm. 236). Toh V tetap manusia dan mati juga kena peluru itu. Tapi Eve sang murid mengambil­alih jubah dan topengnya untuk menjadi V baru. Sama seperti ketika Uni Soviet ambruk dan kapitalisme dirayakan se­bagai pemenang tunggal, neo-anarkisme justru dengan cepat merebak di sekujur bumi: Chiapas, Seattle, Praha… Atau dalam kata-kata Eve yang sekarang men­jelma V: "Mereka bilang anarki sudah mati, tapi lihat saja… berita kematianku dibesar-besarkan." (Vendetta, hlm. 258).

Diambil dari: Koran Tempo, 25 Februari 2007
Ditulis oleh: Donni Ramdani (pencinta buku, Jakarta)
Judul Aseli tulisan: Mempopulerkan Anarkisme
Download Komiknya (Pdf, mediafire): V de Vendetta - Alan Moore & David Lloyd - Comp.rar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...