Tampilkan postingan dengan label ANTI COPYRIGHT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANTI COPYRIGHT. Tampilkan semua postingan

Aksi Direxer Melumpuhkan Beberapa Situs Milik Pemerintahan Kenya

Telah terjadi serangan pembajakan (hacking) yang merusak lebih dari 100 situs website milik pemerintah Kenya siang tadi (25/1/12). Kelompok penghancur website pemerintah yang menamakan dirinya Direxer ini telah menyatakan dirinya sebagai agen yang mendalangi proyek sabotase situs-situs penting milik Pemerintahan kenya.

Pihak E-Goverment Kenya telah mengindikasikan, bahwa serangan hacker itu dilakukan oleh kelompok penghancur yang tergabung ke forum keamanan online yang dikenal sebagai Forum Code Security.

Selain situs lembaga Administrasi Kepolisian, Imigrasi, Penjara dan berbagai situs pemerintah kota serta dewan kenegaraan kenya yang termasuk dalam sasaran sabotase, situs- situs seperti Departemen Keuangan, Pendidikan, Kesehatan Publik, Kepemudaahn, Kebudayaan Nasional dan Jalan juga dilaporkan sebagai sasaran Perusakan kelompok bernama Direxer ini. 

Dalam siaran pers Trend Micro yang diterima salah satu media besar di Indonesia kemarin, Selasa (24/1/2012), pihak Trend Micro menyatakan: Hasilnya, tim investigasi TrendLab dari Trend Micro, menyimpulkan bahwa setelah mengidentifikasi profiling dari penyerang yang terkonsolidasi tersebut, ternyata meraka berasal dari beberapa negara yang berbeda dan tidak dilakukan sendirian oleh kelompok bernama Direxer.

Apa yang bisa kita telisik dari Kasus ini?
Dalam analisa kami, Satu hal yang niscaya, tujuan dari para hacker tersebut adalah membangun sebuah jaringan kerja internasional yang memiliki stereotype menyabotase website- website milik Pemerintah dan Lembaga yang dianggap mengendalikan kehidupan sebagian besar orang dimuka Bumi.

Mereka (Direxer) menyabotase Website milik lembaga Administrasi Kepolisian, Imigrasi, Penjara karena mereka menganggap institusi inilah selain negara yang sangat berperan penting dalam menciptakan oposisi yang tajam antara kaya dan miskin antara baik dan buruk, antara yang berpunya dan tidak berpunya. Selain itu Penjara telah diproyeksi sebagai sumber Ketakutan dan diskualifikasi dari kehidupan kami yang sesungguhnya.

Kami juga melalui kasus diatas, tidak lupa memberikan dukungan terhadap para tahanan politik yang lama atau pun yang baru disekap dalam tahun terakhir ini, mereka yang dihukum karena pembunuhan, pengambilalihan atau serangan ledakan, adalah sebuah dukung mobilisasi yang memungkinkan kawan-kawan untuk kembali ke jalan dan bertempur merebut pembebasan hidup yang total spenuhnya.

Untuk setiap upaya
Untuk setiap kemarahan
Hormat kami.

Diambil dari: REDAKSI KOKEMI
Tanggal Posting: 24 Januari 2012

MAYDAY BUKAN HARI BURUH!!


Ya betul, Mayday bukan hanya sekedar hari buruh yang berhak diakui oleh mereka yang merasa dirinya buruh. Mayday adalah hari bagi setiap orang, setiap individu yang merasa kebebasan mereka terebut oleh sebuah sistem ekonomi dan budaya yang hanya menyisakan ruang untuk sebuah aktifitas rutin yang penuh perhitungan untung-rugi.

Hari bagi mereka yang berhasrat menjadi manusia, bukan hanya sekedar penjual dan atau pembeli. Mereka yang menolak diri mereka memimpikan hidup dengan keragaman nilai bukan hanya hidup tanpa kemandirian, kreatifitas, kekuatan dan penemuan-penemuan nilai-nilai baru yang tidak terdesak dan tergusur oleh satu nilai: ‘nilai ekonomi’. Mereka yang menolak mendasarkan hidup mereka hanya pada satu kepentingan dan tujuan: ‘kepentingan dan orientasi pasar’. Mereka yang menginginkan hidup dengan petualangan dan dengan kontrol penuh atas diri mereka sendiri dalam genggaman tangan mereka. Hari bagi setiap individu yang menolak dunia yang hanya menghargai orang dari seberapa banyak property yang ia miliki, seberapa besar kesuksesan yang ia peroleh dan seberapa besar kekuasaan yang ia raih. Hari bagi setiap orang yang menolak untuk di-standarisasi, di massifikasi, diasingkan dan direduksi eksistensinya sebagai komoditas belaka.

Mayday bukan hanya hari para buruh yang menolak diperbudak hanya karena mereka tak punya modal dan melacurkan diri mereka didalam pabrik-pabrik untuk sekedar kebutuhan hidup sehari-hari namun juga hari bagi seorang pekerja kerah putih yang bekerja di sebuah korporasi dan menolak jadi kelas menengah. Hari bagi seorang profesional muda yang menolak menjadi tua dan meninggalkan profesi mereka. Hari bagi seorang agen asuransi yang menjelaskan pada setiap klien mereka bahwa tak pernah ada jaminan polis yang cocok bagi hidup mereka, hari bagi seorang penyair yang menghidupi puisinya dan hari seorang rapper yang mengasah skill-nya hingga ke level gila-gilaan dan menolak menjualnya ketangan sebuah korporasi rekaman. Hari bagi seorang punk rock yang berhenti di-mohawk dan keluar dari stereotipikal ‘punk rock’ dan berbagi pengetahuan tentang independensi komunitas dengan seorang Darul Arqam. Hari bagi seorang gitaris grindcore yang tak lagi menulis lagu tentang kematian karena sadar bahwa kematian adalah hal yang normal didalam masyarakat yang hanya sekedar bertahan hidup. Hari bagi seorang seniman yang memberi jari tengah pada kurator. Hari bagi seorang religius yang membenci institusi agama dan menolak seruan perang agama. Hari bagi seorang desainer pada sebuah perusahaan periklanan yang mem-vandal sendiri billboard hasil ide mereka dan hari bagi seorang anak keturunan sunda yang melecehkan omongan negatif ayahnya tentang ras medan dan cina dan kemudian menyebut ayahnya sebagai seorang rasis. Hari bagi seorang pegawai bank yang pura-pura lupa catatan keuangan satu semester terakhir dan menyimpannya untuk dijual ke tukang beling. Hari bagi seorang ibu rumah tangga yang menolak mencuci piring dan pakaian suami jika hanya lantaran ‘kewajiban moral seorang istri’. Hari bagi seorang anggota geng bermotor yang tak lagi yakin bahwa hidup dapat dijalani diatas sepeda motor dan tak percaya omongan ‘senior’ feodal mereka bahwa membunuh anggota geng musuh dapat mewakili eksistensi mereka. Hari bagi seorang anak SMA yang tak ingin mencari identitas didalam sebuah pencitraan sabun mandi, odol, deodorant atau sepatu Nike dan hari bagi seorang tamtama yang tak yakin lagi dunia ini dapat dibangun dengan komando dan sadar ia punya potensi kebebasan yang tak bisa dicampuri oleh patriotisme dan bacot komandan mereka. Hari bagi seorang intel yang muak mengintai hidup orang lain untuk kemudian mulai sibuk ‘memata-matai’ hidupnya sendiri. Hari bagi pengamen jalanan yang menolak mengemis belas kasihan penumpang angkot dan tetap bernyanyi sepanjang hari dan memakan makanan dari tong sampah sebuah Plaza. Hari bagi sepasang kekasih yang menjalani cinta atas dasar restu dan komentar orang lain dan tidak lagi menghakimi cinta atas alasan kelamin. Hari bagi seorang homoseks yang tak lagi percaya pada klub-klub gay dan mencari kebebesan dengan membakar tabloid “Gaya Nusantara”. Hari bagi seorang karyawan McDonalds yang memperlambat layanan bagi konsumen dan mencuri stok makanan yang terbuang dari gudang dan hari bagi seorang ABG yang membawa rekan-rekannya nangkring di fast food berjam-jam dengan bermodal air putih dan timbel dari rumah dan tak membeli makanan disana. Hari bagi seorang gemar film yang bertanya 1000 kali pada petugas tiket “film apa hari ini?” dan hari bagi seorang seniman performance yang berkostum satpam pada sebuah bank dan breakdance sepanjang hari. Hari bagi mereka yang berikrar akan memblokade setiap jalan yang akan dilalui birokrat IMF, World bank dan WTO di seluruh Indonesia, Hari bagi seorang aktivis lascar jihad yang mempropagandakan perang melawan Israel tanpa terperangkap retorika rasis dan perang agama, Hari bagi seorang aktivis mahasiswa yang tak percaya lagi retorika gerakan moral dan membuat nilai-nilainya moralnya sendiri yang bukan demi nilai-nilai dari slogan-slogan ilusi seperti “Demi Tuhan, Bangsa dan Almamater”. Hari bagi seorang nasionalis yang tak lagi menyembah patung burung garuda dan mulai membangun komunitas bukan atas alasan cinta tanah air dan hari bagi seorang fasis yang bunuh diri.

Dan yang paling pasti, Mayday adalah hari bagi kami yang tak peduli kalian mengerti selebaran ini atau tidak, tak peduli selebaran ini berguna bagi kalian atau tidak. Di sebuah era dimana massa mayoritas melecehkan kebebasan individu dan kekuatan individu dipakai untuk meraih massa guna kepentingan dirinya dan segelintir orang kami tak tertarik untuk ikut dalam kompetisi meraih simpati dan dukungan ‘massa’. Bagi kami kekuatan ‘massa’ hanya akan lahir jika setiap orang menyadari kekuatannya sendiri untuk dapat bebas dan melakukan apa yang dikatakan hasratnya bukan hasrat yang diciptakan oleh elit, birokrat, pemilik modal, kebutuhan pasar, dan tradisi. Bagi kami, Mayday bukan ‘hari buruh’ karena momen peringatan model begini bagi kami hanyalah omong kosong. Kami tak ingin bebas hanya dalam satu hari saja. Kami tak ingin sebuah hidup hanya diatas sebuah panggung festival sehari seperti layar tancep yang jika ada gerimis langsung bubar. Kami ingin festival ‘setiap hari’ yang memfasilitasi lantai dansa bagi ‘setiap yang hidup’. Mayday adalah hari kita semua ketika menghajar kebosanan sebuah dunia.

Rebut dan curi kembali hidup kalian, tuntutlah yang tak mungkin !!!
LET’S GET THE ‘PARTY’ STARTED !!!

SEBARKAN DAN TULARKAN!!

*Tulisan colongan ini sudah pernah disebarkan beberapa tahun yang lalu. Aku share lagi, karena mungkin kawan-kawan ada yang belum membacanya. 

Diambil dari: HITAM MERAH, Tanggal Posting: 30 April 2010

The Internet Strikes Back # OpMegaupload (by: Anonymous)


Dalam beberapa menit beberapa dari situs ditutup, dan DOJ (Depatement Of Justice) kemudian merilis pernyataan, Anonymous beraksi dan mulai mencatat satu ton situs- termasuk situs untuk DOJ, Kantor Hak Cipta AS, Universal Music, RIAA, MPAA dan banyak situs lain.

Dan berikut target yg berhasil diserang:
  • Department of Justice (Justice.gov)
  • Motion Picture Association of America (MPAA.org)
  • Universal Music (UniversalMusic.com)
  • Belgian Anti-Piracy Federation (Anti-piracy.be/nl/)
  • Recording Industry Association of America (RIAA.org)
  • Federal Bureau of Investigation (FBI.gov)
  • HADOPI law site (HADOPI.fr)
  • U.S. Copyright Office (Copyright.gov)
  • Universal Music France (UniversalMusic.fr)
  • Senator Christopher Dodd (ChrisDodd.com)
  • Vivendi France (Vivendi.fr)
  • The White House (Whitehouse.gov)
  • BMI (BMI.com) 
  • Warner Music Group (WMG.com)

Anonymous meluncurkan serangan terbesar yang pernah diluncurkan, melumpuhkan situs pemerintah dan situs musik industri. Hacktivists dengan Anonim kolektif melancarkan serangan terhadap situs web untuk Gedung Putih setelah berhasil melanggar situs untuk Departemen Kehakiman, Universal Music Group, RIAA dan Motion PictureAssociation of America.

Banyak anggota Kongres baru saja mengubah sikap mereka terhadap UU Hentikan Pembajakan kontroversial Online, atau SOPA, serangan pada Kamis Megaupload membuktikan bahwa FBI tidak perlu SOPA atau saudara undang-undangnya yaitu PIPA, untuk menimbulkan ledakan ke Web.

AnonOps, 19 Januari 2012

Hal Yang Perlu Kita Ketahui Tentang ACTA

Apa itu ACTA?

ACTA atau   Anti-Counterfeiting Trade Agreement adalah Perjanjian Perdagangan Anti-Pemalsuan. Sebuah properti intelektual baru penegakan perjanjian yang dirundingkan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Swiss, dan Jepang, dengan Australia, Republik Korea, Selandia Baru, Meksiko, Yordania, Maroko, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Kanada baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan bergabung dalam juga.

Mengapa Anda harus peduli tentang ACTA?

Laporan awal mengindikasikan bahwa perjanjian akan memiliki cakupan yang sangat luas dan akan melibatkan alat-alat baru yang menargetkan "distribusi Internet dan teknologi informasi." (Invasi militer kah??)

Apa tujuan ACTA? 

Kabarnya tujuannya adalah untuk menciptakan standar hukum baru penegakan kekayaan intelektual, serta kerjasama internasional meningkat, contoh yang akan menjadipeningkatan dalam berbagi informasi antara lembaga penegak negara penan datangan 'hukum'.

Berikut penjelasan video tentang ACTA:


TOLAK ACTA!! TOLAK SOPA!! TOLAK PIPA!! 
TOLAK PENGEKANGAN HAK INTELEKTUAL!!
DUKUNG KEBEBASAN!!

**Sebarkan berita ini ... terimakasih!!

SOPA dan PIPA: Apa itu? dan Kenapa harus ditolak?

STOP SOPA/PIPA
TEMPO.CO , Jakarta - Gerakan black out yang dilakukan ribuan situs Internet untuk menentang Rancangan Undang-Undang Antipembajakan, Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA) yang diusung Kongres Amerika Serikat (AS) telah menarik perhatian publik dunia. Tapi sebenarnya apa itu SOPA dan PIPA itu? 

RUU SOPA atau Penghentian PembajakanOnline pertama kali digulirkan oleh Kongres ke Gedung Parlemen pada 26 Oktober 2011. Aturan itu diajukan untuk memperluas kemampuan penegak hukum di AS dan pemegang hak cipta dalam melawan perdagangan hak cipta serta kekayaan intelektual melalui media online.

Dalam prakteknya Departemen Kehakiman AS dan pemegang hak cipta bisa mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menindak suatu situs yang dianggap melanggar hak cipta. Berdasar permohonan itu pengadilan dapat menutup jalur iklan yang masuk ke situs pelanggar hak cipta, membatasi mesin pencari yang berhubungan dengan situs tersebut, sampai dengan memblokirnya. SOPA juga bisa menindak penyebaran konten yang tidak disertai izin dengan hukuman lima tahun penjara.

Bahkan SOPA memberikan kekebalan terhadap layanan Internet, seperti jaringan pembayaran online dan iklan yang secara sukarela memutuskan hubungan dengan situs pelanggar. Dia juga meminta situs tersebut bertanggung jawab atas kerugian si pemegang hak cipta.

Berbeda dengan SOPA, RUU PIPA bertama kali diusulkan pada 12 Mei 2011 oleh Senator Patrick Leahy. Beleid tersebut berisi definisi tentang pelanggaran yang disebabkan oleh pendistribusian salinan palsu atauillegal copies dan barang palsu.

Sasaran PIPA pun bukan situs yang berdomisili di AS, melainkan situs yang terdaftar dan dioperasikan dari luar Abang Sam. Dengan otorisasi dari Departemen Kehakiman AS, situs pelanggar tidak akan bisa ditemukan oleh operator Internet. Bahkan penyedia transaksi keuangan, layanan iklan Internet, serta penyedia layanan Internet akan dilarang melakukan transaksi keuangan dengan situs tersebut dengan cara menghapus tautannya.

Selain itu mesin pencari seperti google.com akan diperintahkan menghapus atau menonaktifkan akses ke domain tersebut.

Rencananya anggota dewan akan melakukan pemungutan suara terkait dengan RUU tersebut pada 24 Januari nanti. Sedangkan untuk SOPA, Kongres masih harus melakukan rapat dengar pendapat dengan anggota dewan. 

GUARDIAN | WIKIPEDIA | CORNILA DESYANA

Diambil dari: Tempo.co

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...