Tampilkan postingan dengan label AKSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKSI. Tampilkan semua postingan

Aktivis Bentuk Gerakan Indonesia Tanpa FPI


Gambar: Masyarakat Dayak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, memenuhi bandar udara untuk menolak kehadiran FPI di Bumi Tambun Bingai tersebut. (sumber: @sigit_wido (akun Twitter)) 

Muncul Gerakan Indonesia Tanpa FPI yang akan menggelar aksi pada 14 Februari 2012 di Bundaran HI.

Terinspirasi oleh aksi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang menolak kehadiran Front Pembela Islam (FPI) di wilayahnya, puluhan aktivis di Jakarta berencana membuat Gerakan Indonesia Tanpa FPI.  "Semua elemen masyarakat sudah merasa terganggu dan gerah dengan aktivitas anarkis FPI. Selama ini hanya sebatas petisi protes di sosial media. Kalau Kalimantan saja bisa kenapa Jakarta tidak melakukan," kata Tunggal Pawestri, juru bicara gerakan, usai konsolidasi di Cikini Jakarta, hari ini (12/2).

Fokus dari Gerakan Indonesia Tanpa FPI adalah menolak segala bentuk penggunaan kekerasan yang biasa dilakukan oleh FPI dalam penyelesaian kasus. Kasus terakhir kekerasan yang dilakukan FPI adalah perusakan kantor Kementerian Dalam Negeri 12 Januari 2012 lalu. 

Dalam konsolidasi yang digelar di Cikini Jakarta sore tadi, terkumpul hampir 40-an aktivis dari berbagai latar belakang organisasi baik LSM, buruh, perempuan, masyarakat adat dan lainnya. Mereka sepakat untuk menggelar kegiatan. Dalam waktu dekat gerakan ini akan menggelar aksi massa pada 14 Februari 2012. "Aksi akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia Pukul 16.00," ujar Tunggal.

Gerakan ini menyiapkan petisi masyarakat yang akan diserahkan ke penyelenggara negara. "Negara abai dan tidak bisa mengambil tindakan dengan aksi-aksi kekerasan yang dipertontonkan FPI selama ini," ujar Tunggal. Selain membuat petisi dan aksi, gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk memenuhi ruang sosial media di twitter dengan menggunakan hashtag #IndonesiaTanpaFPI.  

"Tidak semua orang yang setuju gerakan ini punya kesempatan dan keberanian untuk turun ke jalan menolak keberaan FPI. Sosial media menjadi solusi," kata Tunggal. 

Tampak hadir dalam pertemuan itu peneliti ekonomi politik George Junus Aditjondro.

Sumber: Beritasatu

MOLOTOV COCKTAIL: Menjelaskan Molotov Dan Fungsinya


Meskipun pada saat saya menulis tulisan ini tidak ada laporan mengenai penyebaran tank dari Iran, saya pikir saya akan tetap mengumpulkan beberapa info dasar mengenai taktik anti-tank.

Molotov cocktail (bom molotov, atau biasa disebut molotovkoktor di Iran) sangatlah efektif untuk melawan kendaraan lapis baja dan tank.
Bom molotov tidak bisa menghancurkan kendaraan lapis baja, tetapi dapat menyebabkan suhu yang sangat panas dan berasap di dalam kendaraan tersebut, memaksa crew yang berada di dalam kendaraan tersebut untuk keluar. Hal itu juga dapat menyebabkan tank menjadi tidak berguna dengan menghalangi penglihatannya.

Semua orang tahu bagaimana cara membuat bom molotov. Yang tidak diketahui oleh semua orang adalah ada berbagai macam bom molotov, dan semua mempunyai kegunaan masing-masing. Berikut ini adalah jenisjenis dari bom molotov:

1. Bom Molotov Klasik
Semua orang mengetahui bom molotov klasik. Mengisi botol kaca dengan bensin. Isi dari botol tidak harus penuh. Masukkan sepotong kain di leher botol, itu untuk menjaga bensin yang ada di dalamnya. Potongan kain yang digunakan sebaiknya direndam terlebih dahulu dengan sesuatu yang mudah terbakar. Potongan kain tersebut tidak boleh direndam di dalam bensin, lebih efektif jika direndam dengan minyak tanah (paraffin) atau diesel.
2. Bom Molotov Lengket
Bom molotov jenis ini dibuat untuk melekat/menempel pada sasaran. Hal ini juga menghasilkan asap hitam yang tebal, menghalangi pandangan di dekat lokasi sasaran. Molotov jenis ini sangat ideal untuk tank, karena dapat melekat pada logam, dan menyebabkan suhu panas di dalam tank.

Campurkan bensin dengan potongan polistirena. Polistirena tersebut akan larut di dalam bensin, sehingga membuat larutan itu menjadi sangat kental dan lengket. Saat meletakkan potongan kain di leher botol, pastikan sangat ketat/erat/kuat, dan jangan sampai ada bahan kimia yang tersisa di tangan anda, itu akan membuat anda terbakar juga.

3. Bom Molotov Asap
Bom molotov berasap sangat ideal untuk menghalangi pandangan Basij (organisasi paramiliter yang didirikan oleh Ayatullah Khomeini), atau apapun yang menyebabkan keributan. Asap yang ditimbulkan sangatlah banyak, bertahan hingga beberapa menit, dan menghalangi pandangan penembak.

Campurkan bensin dengan beberapa batang sabun atau sabun pencuci piring. Itu akan membuat larutan menjadi lengket (meskipun tidak selengket campuran bensin dengan polistirena). Menghasilkan asap dengan jarak yang sangat jauh, sangat sempurna untuk menakut-nakuti musuh.

Bagian-bagian Tank yang Harus Diserang

Tank tidak dapat dihancurkan dengan bom molotov, tetapi kita bisa membuat crew di dalam tank tersebut untuk segera keluar dengan menciptakan suhu panas dan asap. Untuk melakukan hal tersebut, kita harus melemparkan bom molotov di bagian yang tepat dari tank. Ini untuk tank tempur yang berada di balik menara. Melemparkan bom molotov di dekat ventilasi udara akan membuat suhu panas dan berasap di dalam kokpit.

Sumber: Freedom Manual

UPDATE: Massa Bebaskan Paksa 53 Tahanan di Lapas Bima

kerusuhan sape, beberapa waktu lalu
Metrotvnews.com, Bima: Setelah membakar Kantor Bupati Bima, Kamis (26/1) sore, massa yang berjumlah 10 ribu lebih membebaskan paksa 53 orang tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan Raba, Bima.

Saksi mengatakan, ribuan warga itu mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Raba. Mereka meminta para tahanan titipan polisi terkait insiden berdarah di Pelabuhan Sape, 24 Desember 2011, dilepas saat itu juga.

Massa mengancam jika tidak dilepas, Lembaga Pemasyarakatan Raba akan dibakar. Tak kuasa menolak, petugas lapas memenuhi tuntutan massa yang tampak semakin beringas. 

Aksi itu sebagai buntut kemarahan warga yang menuntut pencabutan izin usaha pertambangan milik PT Sumber Mineral Nusantara yang diterbitkan Bupati Bima Ferry Zulkarnaen. Surat izin menyebutkan areal pertambangan seluas 24.980 hektare yang mencakup wilayah Kecamatan Lambu, Sape, dan Langudu.(Ant/DOR)

SOLIDARITAS UNTUK MASSA RAKYAT BIMA!! TERUSKAN PEMBANGKANGAN KALIAN!! VOX POPULI VOX DEI!!

Pernyataan Masyarakat Dayak Muara Tae Mempertahankan Hutan Mereka


Jauh di pedalaman Kalimantan Timur, Indonesia, masyarakat Dayak Muara Tae sedang berjuang untuk mempertahankan diri dari serangan berkelanjutan oleh perusahaan kelapa sawit.

Ini berdiri terakhir Muara Tae itu, memperingatkan "Ini adalah hutan yang tersisa terakhir yang kita miliki dan tanah yang kita miliki untuk bertahan hidup Jika hutan saya pergi, hidup kita akan berakhir.."

Di bawah ini, siaran pers dari Badan Investigasi Lingkungan yang berbasis di Inggris tentang perjuangan Muara Tae itu.

PERS RELEASE
Selasa, 24 Januari, 2012 - UNTUK SEGERA DITERBITKAN

KONSERVASI DI GARIS DEPAN - PERTAHANAN TERAKHIR MUARA TAE MELAWAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Pernyataan Masyarakat Dayak di bawah serangan dari perusahaan kelapa sawit.

MUARA TAE, KALIMANTAN TIMUR: Nasib dari masyarakat Dayak yang mendalam di pedalaman Kalimantan Timur menunjukkan bagaimana Indonesia harus menjaga hak-hak masyarakat adat jika itu adalah untuk memenuhi target ambisius untuk mengurangi emisi dari deforestasi.

Dayak Benuaq Muara Tae, di Kabupaten Kutai Barat, hari ini menghadapi serangan dua cabang dari perusahaan minyak sawit agresif memperluas ke dalam hutan leluhur mereka. Bersama dengan LSM Indonesia Telapak, masyarakat pengawakan sebuah pos hutan sekitar jam dalam usaha terakhir untuk menyelamatkannya dari kehancuran.

Yang berbasis di London Badan Investigasi Lingkungan (EIA) telah disaksikan di tangan pertama perjuangan Dayak Benuaq, dan bagaimana pemanfaatan berkelanjutan hutan mereka bisa membantu Indonesia memenuhi target ambisius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Hutan Ketua Tim AMDAL Faith Doherty mengatakan: "Ada lebih dari 800 keluarga di Muara Tae bergantung pada hutan untuk, air mereka makanan, budaya obat-obatan, dan identitas Sederhananya, mereka harus menjaga hutan ini untuk bertahan hidup..

"Retorika dari Presiden Indonesia pada membatasi emisi dengan mengurangi deforestasi kuat tetapi di garis depan, di mana masyarakat adat yang menempatkan hidup mereka beresiko untuk melindungi hutan, tindakan adalah sangat hilang.

"Memberikan komunitas ini, seperti Dayak Benuaq, hak-hak mereka layak merupakan langkah penting untuk mengurangi tingkat bencana deforestasi di Indonesia."

Presiden Yudhoyono telah berjanji untuk mengurangi emisi karbon di seluruh nusantara dengan 26 persen pada tahun 2020 terhadap dasar bisnis seperti biasa, di samping memberikan pertumbuhan ekonomi yang besar.

Ekspansi perkebunan pasti akan menjadi elemen penting dari pertumbuhan, tetapi secara historis menjadi penggerak utama emisi dan secara luas diakui bahwa dalam rangka menghindari mereka, ekspansi sekarang harus diarahkan untuk 'terdegradasi' lahan.

Sebagai hasil dari perencanaan tata ruang yang lemah, bagaimanapun, hutan Muara Tae diidentifikasi sebagai 'APL', yang berarti penunjukan mereka bukan bagian dari kawasan hutan nasional dan terbuka untuk eksploitasi. Pencurian hutan adat juga menimbulkan pertanyaan serius seperti apa bentuk 'pembangunan' ini menawarkan perkebunan.

Dalam masyarakat adat seperti Dayak Benuaq Muara Tae, Indonesia memiliki sumber daya hutan yang paling mungkin berharga. Hal ini karena metode berkelanjutan mereka, diasah selama generasi, bahwa hutan bahkan tetap.

Telapak presiden Ruwindrijarto Ambrosius mengatakan: "Bersama dengan masyarakat, kita tidak hanya melindungi hutan terakhir tapi juga penanaman baru Ulin dan Meranti anakan untuk meningkatkan itu Orang-orang ini adalah wali sejati hutan dan nasib mereka terjalin dengan itu.. "

Muara Tae telah kehilangan lebih dari setengah lahan dan hutan selama 20 tahun terakhir untuk perusahaan pertambangan. Dampaknya telah nyata; sumber air penduduk desa telah mengering dan mereka sekarang harus secara rutin melakukan perjalanan 1km untuk mengumpulkan air bersih.

Hutan yang tersisa adalah rumah bagi sejumlah besar spesies burung termasuk burung enggang, lambang Kalimantan. Ada sekitar 20 spesies reptil dan juga merupakan habitat bagi bekantan dan beruang madu.

Yang terbaru tanah diperebutkan telah terjadi sejak Januari 2010, ketika Bupati lokal (pejabat pemerintah daerah), Ismail Thomas, mengeluarkan ijin kepada dua perusahaan perkebunan kelapa sawit: Malaysia milik PT Munte Waniq Jaya Perkasa (PT MWJP) dan PT Kalimantan Surya Pertambangan Jaya, anak perusahaan dari Sumatera penebangan, pertambangan dan perkebunan konglomerat Surya Dumai.

Sementara Pemerintah Norwegia telah berperan dalam upaya dukungan finansial untuk mengurangi deforestasi di Indonesia melalui inisiatif REDD +, itu juga diinvestasikan dalam perusahaan induk PT MWJP melalui dana kekayaan berdaulat.

Pak Singko, seorang pemimpin Dayak Benuaq Muara Tae, mengatakan: "Kami meminta bantuan dari orang-orang di mana-mana dalam melindungi hutan dan tanah leluhur Kami sedang diperas dari semua sisi oleh perusahaan-perusahaan pertambangan dan perkebunan..

"Ini adalah hutan yang tersisa terakhir yang kita miliki dan tanah yang kita miliki untuk bertahan hidup Jika hutan saya pergi, hidup kita akan berakhir.."

Diambil dari: Intercontinental Cry
Terjemahan: Google Translate

Ribuan Warga Bima Ngamuk, Bakar Kantor Bupati

Mataram - Aksi ribuan warga kecamatan Lambu, Sape, dan Langudu, Kabupaten Bima, NTB, Kamis (26/1/2012) berakhir rusuh. Massa aksi membakar kantor Bupati Bima dan Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bima di jalan Soekarno Hatta, hingga ludes. Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak dalam aksi ini.

Semula, aksi puluhan ribu warga itu hanya berniat menduduki kantor Bupati Bima. Namun warga mulai marah, ketika kedatangan mereka dihadang aparat kepolisian dan Polisi Pamong Praja. Massa aksi lalu mendobrak gerbang kantor Bupati dan menerobos masuk. Warga mengamuk, dan mulai membakar kantor.

Informasi yang dihimpun detikcom, massa aksi datang selepas dzuhur. Mereka datang bergelombang. Semula aksi hanya diikuti sedikitnya 400 orang. Selang 30 menit kemudian, sedikitnya seribu orang massa aksi datang bergabung menggunakan sepeda motor.

Massa aksi yang lebih besar rupanya berkumpul di Lapangan Umum dekat Rumah Sakit Daerah Bima, satu kilometer dari Kantor Bupati. Massa aksi lalu long march dari lapangan menuju kantor bupati. Keributan tak terhindarkan setelah puluhan ribu massa aksi merasa dihalangi aparat kepolisian.

Selang satu jam, massa aksi mengamuk, dan mulai membakar kantor bupati, dan juga kantor KPUD Bima yang letaknya bersebelahan. Api berkobar cepat, ditunjang pula dengan hembusan angina kencang.

Idrus, seorang saksi mata yang dihubungi detikcom mengatakan, api masih berkobar hebat. Namun kantor Bupati Bima sudah ludes. Atapnya sudah ambruk.

"Jarak pandang kita sekarang terbatas. Soalnya asap hitam pekat. Dari jauh asap hitam terlihat, karena membumbung tinggi sekali," katanya.

Belum didapat apakah ada korban jiwa dalam aksi pembakaran ini. Namun pembakaran terjadi saat kantor tengah memasuki jam istirahat.

Informasi lain menyebutkan, aparat kepolisian dan pol PP turut berlari menyelamatkan diri, saat aksi pembakaran dilakukan. (anw/anw)

Sumber Berita: DetikNews.com , 26 Januari 2012

Aksi Direxer Melumpuhkan Beberapa Situs Milik Pemerintahan Kenya

Telah terjadi serangan pembajakan (hacking) yang merusak lebih dari 100 situs website milik pemerintah Kenya siang tadi (25/1/12). Kelompok penghancur website pemerintah yang menamakan dirinya Direxer ini telah menyatakan dirinya sebagai agen yang mendalangi proyek sabotase situs-situs penting milik Pemerintahan kenya.

Pihak E-Goverment Kenya telah mengindikasikan, bahwa serangan hacker itu dilakukan oleh kelompok penghancur yang tergabung ke forum keamanan online yang dikenal sebagai Forum Code Security.

Selain situs lembaga Administrasi Kepolisian, Imigrasi, Penjara dan berbagai situs pemerintah kota serta dewan kenegaraan kenya yang termasuk dalam sasaran sabotase, situs- situs seperti Departemen Keuangan, Pendidikan, Kesehatan Publik, Kepemudaahn, Kebudayaan Nasional dan Jalan juga dilaporkan sebagai sasaran Perusakan kelompok bernama Direxer ini. 

Dalam siaran pers Trend Micro yang diterima salah satu media besar di Indonesia kemarin, Selasa (24/1/2012), pihak Trend Micro menyatakan: Hasilnya, tim investigasi TrendLab dari Trend Micro, menyimpulkan bahwa setelah mengidentifikasi profiling dari penyerang yang terkonsolidasi tersebut, ternyata meraka berasal dari beberapa negara yang berbeda dan tidak dilakukan sendirian oleh kelompok bernama Direxer.

Apa yang bisa kita telisik dari Kasus ini?
Dalam analisa kami, Satu hal yang niscaya, tujuan dari para hacker tersebut adalah membangun sebuah jaringan kerja internasional yang memiliki stereotype menyabotase website- website milik Pemerintah dan Lembaga yang dianggap mengendalikan kehidupan sebagian besar orang dimuka Bumi.

Mereka (Direxer) menyabotase Website milik lembaga Administrasi Kepolisian, Imigrasi, Penjara karena mereka menganggap institusi inilah selain negara yang sangat berperan penting dalam menciptakan oposisi yang tajam antara kaya dan miskin antara baik dan buruk, antara yang berpunya dan tidak berpunya. Selain itu Penjara telah diproyeksi sebagai sumber Ketakutan dan diskualifikasi dari kehidupan kami yang sesungguhnya.

Kami juga melalui kasus diatas, tidak lupa memberikan dukungan terhadap para tahanan politik yang lama atau pun yang baru disekap dalam tahun terakhir ini, mereka yang dihukum karena pembunuhan, pengambilalihan atau serangan ledakan, adalah sebuah dukung mobilisasi yang memungkinkan kawan-kawan untuk kembali ke jalan dan bertempur merebut pembebasan hidup yang total spenuhnya.

Untuk setiap upaya
Untuk setiap kemarahan
Hormat kami.

Diambil dari: REDAKSI KOKEMI
Tanggal Posting: 24 Januari 2012

The Internet Strikes Back # OpMegaupload (by: Anonymous)


Dalam beberapa menit beberapa dari situs ditutup, dan DOJ (Depatement Of Justice) kemudian merilis pernyataan, Anonymous beraksi dan mulai mencatat satu ton situs- termasuk situs untuk DOJ, Kantor Hak Cipta AS, Universal Music, RIAA, MPAA dan banyak situs lain.

Dan berikut target yg berhasil diserang:
  • Department of Justice (Justice.gov)
  • Motion Picture Association of America (MPAA.org)
  • Universal Music (UniversalMusic.com)
  • Belgian Anti-Piracy Federation (Anti-piracy.be/nl/)
  • Recording Industry Association of America (RIAA.org)
  • Federal Bureau of Investigation (FBI.gov)
  • HADOPI law site (HADOPI.fr)
  • U.S. Copyright Office (Copyright.gov)
  • Universal Music France (UniversalMusic.fr)
  • Senator Christopher Dodd (ChrisDodd.com)
  • Vivendi France (Vivendi.fr)
  • The White House (Whitehouse.gov)
  • BMI (BMI.com) 
  • Warner Music Group (WMG.com)

Anonymous meluncurkan serangan terbesar yang pernah diluncurkan, melumpuhkan situs pemerintah dan situs musik industri. Hacktivists dengan Anonim kolektif melancarkan serangan terhadap situs web untuk Gedung Putih setelah berhasil melanggar situs untuk Departemen Kehakiman, Universal Music Group, RIAA dan Motion PictureAssociation of America.

Banyak anggota Kongres baru saja mengubah sikap mereka terhadap UU Hentikan Pembajakan kontroversial Online, atau SOPA, serangan pada Kamis Megaupload membuktikan bahwa FBI tidak perlu SOPA atau saudara undang-undangnya yaitu PIPA, untuk menimbulkan ledakan ke Web.

AnonOps, 19 Januari 2012

Hal Yang Perlu Kita Ketahui Tentang ACTA

Apa itu ACTA?

ACTA atau   Anti-Counterfeiting Trade Agreement adalah Perjanjian Perdagangan Anti-Pemalsuan. Sebuah properti intelektual baru penegakan perjanjian yang dirundingkan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Swiss, dan Jepang, dengan Australia, Republik Korea, Selandia Baru, Meksiko, Yordania, Maroko, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Kanada baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan bergabung dalam juga.

Mengapa Anda harus peduli tentang ACTA?

Laporan awal mengindikasikan bahwa perjanjian akan memiliki cakupan yang sangat luas dan akan melibatkan alat-alat baru yang menargetkan "distribusi Internet dan teknologi informasi." (Invasi militer kah??)

Apa tujuan ACTA? 

Kabarnya tujuannya adalah untuk menciptakan standar hukum baru penegakan kekayaan intelektual, serta kerjasama internasional meningkat, contoh yang akan menjadipeningkatan dalam berbagi informasi antara lembaga penegak negara penan datangan 'hukum'.

Berikut penjelasan video tentang ACTA:


TOLAK ACTA!! TOLAK SOPA!! TOLAK PIPA!! 
TOLAK PENGEKANGAN HAK INTELEKTUAL!!
DUKUNG KEBEBASAN!!

**Sebarkan berita ini ... terimakasih!!

Pers Release Aksi BURUH BEKASI BERGERAK (BBB)

PERS RELEASE KRONOLOGIS

Upah Minimum Kabupaten Bekasi tahun 2012 yang sudah di SK-kan oleh Gubernur di Gugat oleh DPD APINDO Kab. Bekasi di PTUN Bandung. Padahal SK Gubernur tersebut adalah hasil rekomendasi dari Dewan Pengupahan Kab. Bekasi, yang dalam proses dan mekanismenya unsur organisasi pengusaha (DPD Apindo) juga terlibat aktif didalamnya (ikut berunding) sejak maret 2011. Apapun alasannya (karena DPD Apindo Kab Bekasi Walkout di saat akhir perundingan), angka UMK Bekasi itu adalah hasil kesepakatan Dewan Pengupahan Kabupaten melalui mekanisme Voting. Soal tidak puas, maka buruh pun tidak puas terhadap angka tersebut. Karena angka buruh di kisaran 2.247.000, sementara yang disepakati hanya sekitar 1.491.866. Walau jauh dari harapan, namun buruh terpaksa menerima angka tersebut karena menghormati mekanisme yang ada dan kesepakatan yang disepakati bersama.

Rekomendasi UMK Kab. Bekasi pun lolos tanpa cacat sekaligus ditandatangani dan disahkan dalam rapat pleno Dewan Pengupahan Provinsi Jabar (yang didalamnya terdiri dari unsur SP/SB, Pemerintah termasuk DPP Apindo Prov. Jabar). Semua perwakilan Apindo di DPP Apindo Jabar semua tandatangan, tak ada satupun yang tidak menandatangani Rekomendasi UMK Kab Bekasi tersebut, yang akhirnya di SK-kan oleh Gubernur.

GUGATAN DPD APINDO BEKASI TIDAK MEWAKILI SELURUH PERUSAHAAN DI BEKASI:

Fakta menyatakan: sampai dengan tahun 2011 di Kabupaten Bekasi ada sekitar 5000 perusahaan; yang menjadi anggota DPD APINDO hanya sekitar 300 perusahaan (sekitar 5% dari total perusahaan di Kab Bekasi); Sedangkan anggota Apindo yang mengkuasakan untuk menggugat SK Gubernur hanya sekitar 125 perusahaan (hanya sekitar 2% dari total perusahaan di Kab Bekasi). Dan hanya ada 16 perusahaan yang melaporkan penangguhan pelaksanaan UMK tahun 2012 (0,3% dari total perusahaan di Kab. Bekasi). Jadi pertanyaannya gugatan terhadap SK Gub Jabar ke PTUN yang dilayangkan DPD Apindo Kab. Bekasi mewakili kepentingan siapa...??

Melihat fakta diatas ternyata dari 5000 perusahaan yang ada di Kab. Bekasi, hanya 2% perusahaan di Kab Bekasi yang mengkuasakan ke DPD Apindo untuk menggugat SK Gubernur Jabar. Dan hanya 0,3% perusahaan yang menempuh mekanisme penangguhan pelaksanaan UMK, itupun menurut Kadisnaker Bekasi belum diterima dan belum tercatat resmi pada Disnaker.

Akhirnya muncul kesan bahwa DPD Apindo Kab. Bekasi bermanuver sendiri terlepas dari perangkat diatasnya. Juga terkesan ada oknum-oknum pengurus DPD Apindo Kab. Bekasi yang punya agenda tersembunyi, mengapa...?
  • Pertama; kalaupun ada perusahaan yang belum sanggup melaksanakan UMK maka dapat menempuh mekanisme penangguhan yang telah diatur dalam KepMen.
  • Kedua; ternyata 97,7% perusahaan sanggup untuk melaksanakan UMK Kab Bekasi tahun 2012. Tetapi DPD Apindo Kab. Bekasi kampanye dan menghasut seluruh perusahaan di Kab Bekasi untuk tidak mengikuti SK Gubernur dan tidak membuka ruang perundingan upah dengan SP/SB karena SK Gubernur tersebut mereka gugat ke PTUN Jabar.

Ternyata mata rantainya adalah apa yang dilakukan DPD Apindo Kab. Bekasi adalah â€pilot project" pemiskinan buruh yang sistemik. Karena bila berhasil maka akan diikuti oleh seluruh jajaran Apindo se-Indonesia..!!!

APINDO KABUPATEN BEKASI SEPAKAT MENCABUT GUGATAN DI PTUN BANDUNG

Pada tanggal 15 Januari 2012 bertempat di Hotel Grand Sahid Jakarta, mulai pukul 11.00 sampai dengan pukul 17.10 telah berlangsung musyawarah bersama antara DPK Apindo Kab. Bekasi dengan Serikat Pekerja (SPSI, FSPMI, GSPMII, SPN, FSBDSI) dan menghasilkan kesepakatan - kesepakatan diantaranya: 
  • DPK Apindo Kab. Bekasi mencabut gugatannya nomor 128/G/2011/PTUN-BDG tertanggal 20 Desember 2011 di PTUN Bandung pada hari kamis tanggal 19 Januari 2012 dan SP/SB sepakat untuk membatalkan rencana aksi demonstrasi tanggal 16 s/d 19 Januari 2012 dengan mencabut surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Polresta Bekasi. Adapun pihak yang hadir di Hotel Grand Sahid adalah Obon Tabroni (KC FSPMI Bekasi/ Koordinator Buruh Bekasi Bergerak); Baris Silitonga (FSPMI- Korlap Aksi BBB); R.Abdulah (SPSI); Sutrisno (SPSI); Joko.S (SPN); M. Irayadi (GSPMII); Purwadi (FSBDSI); sedangkan dari Apindo Kab Bekasi diwakili oleh Woeryono, Soetomo, dan Darwoto, dan beberapa orang pengurus Apindo Bekasi lainnya.

APINDO BEKASI MELAKUKAN PENGINGKARAN KESEPAKATAN

Pada tanggal 19 Januari 2012, sesuai kesepakatan seharusnya Apindo Kab Bekasi mencabut Gugatan di PTUN Bandung. Namun pada sidang hari itu, Kuasa Penggugat (Apindo Kab Bekasi) tidak menunjukkan itikad baik. Apindo Kab Bekasi mengingkari kesepakatan yang ada, APINDO Bekasi tidak mencabut Gugatan di Persidangan.

Akibat pengingkaran kesepakatan tersebut, maka buruh yang tergabung dalam Buruh Bekasi Bergerak bereaksi dengan melakukan aksi keluar dari pabriknya, melakukan mogok massal di seluruh kawasan Industri di kab Bekasi.

Pada jam 14.00 hari itu juga, Apindo Kab Bekasi (Bapak Sutomo dan Bapak Woeryono), menghubungi Koordinator Buruh Bekasi bergerak, mengajak berunding kembali di RM Grand bakmie kelinci. Danb pada hari itu kembali Apindo Kab Bekasi menandatangani kesepakatan untuk MENCABUT GUGATAN DI PTUN BANDUNG.

SOFYAN WANANDI (APINDO PUSAT) MENG-INTERVENSI APINDO KAB BEKASI dan TERKESAN MEMPROVOKASI BURUH BEKASI

Sudah nyata dan jelas, dua kali Sofyan Wanandi mengeluarkan statement di beberapa media yang terkesan meng-intervensi Apindo Bekasi dan terindikasi Memprovokasi Buruh Bekasi. Suasana kondusif di Kab Bekasi atas adanya kesepakatan tanggal 15 januari 2012, menjadi tidak kondusif atas pemberitaan di Harian Kompas 18 Januari 2012 yang mengutip statement Sofyan Wanandi bahwa APINDO tidak mencabut Gugatan, namun hanya menunda.

Statement kedua kembali dikeluarkan Sofyan Wanandi seperti dikutip harian Kompas 21 Januari 2012 yang mengatakan bahwa pada tanggal 19 Januari 2012 sudah ada Putusan Sela dari PTUN Bandung untuk menunda pemberlakuan SK Gubernur. Padahal kenyataan yang ada pada persidangan tanggal 19 januari 2012 tersebut, tidak pernah dibacakan Putusan Sela/ penetapan penundaan apapun. Sofyan Wanandi telah melakukan Pembohongan Publik.

PERNYATAAN SIKAP BURUH BEKASI BERGERAK

Sabotase terhadap Upah Minimum di Kab Bekasi adalah wujud dari politik upah murah yang berwatak neolib kapitalis yang menindas buruh. Terhadap perkembangan di atas maka BBB menyatakan hal-hal sebagai berikut:
  1. Mendesak agar Apindo (Sdr. Sofyan Wanandi) segera menghentikan memberikan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan dan memprovokasi munculnya keresahaan di masyarakat khususnya buruh.
  2. Mendesak agar PTUN Bandung segera memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban terhadap keberadaan Putusan Sela sebagaimana diklaim oleh Apindo tersebut, dan menjelaskan kepada publik seterang-terangnya.
  3. Meminta Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung untuk segera memeriksa Majelis Hakim PTUN Bandung dan memverifikasi proses persidangan dan putusan sela yang telah diterbitkan.
  4. Mendesak Apindo untuk segera mencabut gugatan di PTUN Bandung, sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai antara buruh dengan Apindo Bekasi, serta memenuhi semua hasil kesepakatan bersama tersebut.
  5. Menyerukan kepada seluruh Serikat Pekerja dan Serikat Buruh beserta Aliansi dan elemen pendukungnya di seluruh Indonesia untuk melawan upah murah.

Bekasi, 23 Januari 2012

Koordinator Buruh Bekasi Bergerak
  • Obon Tabroni, SE, Ketua KC FSPMI Bekasi CP. 081932271753
  • R.Abdullah, KSPSI (081514595933) 
  • Joko, SPN (081317505941)
  • Irayadi, GSPMII (081932813127)
  • Fathony (081383703155), FKI SPSI 

SOPA dan PIPA: Apa itu? dan Kenapa harus ditolak?

STOP SOPA/PIPA
TEMPO.CO , Jakarta - Gerakan black out yang dilakukan ribuan situs Internet untuk menentang Rancangan Undang-Undang Antipembajakan, Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA) yang diusung Kongres Amerika Serikat (AS) telah menarik perhatian publik dunia. Tapi sebenarnya apa itu SOPA dan PIPA itu? 

RUU SOPA atau Penghentian PembajakanOnline pertama kali digulirkan oleh Kongres ke Gedung Parlemen pada 26 Oktober 2011. Aturan itu diajukan untuk memperluas kemampuan penegak hukum di AS dan pemegang hak cipta dalam melawan perdagangan hak cipta serta kekayaan intelektual melalui media online.

Dalam prakteknya Departemen Kehakiman AS dan pemegang hak cipta bisa mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menindak suatu situs yang dianggap melanggar hak cipta. Berdasar permohonan itu pengadilan dapat menutup jalur iklan yang masuk ke situs pelanggar hak cipta, membatasi mesin pencari yang berhubungan dengan situs tersebut, sampai dengan memblokirnya. SOPA juga bisa menindak penyebaran konten yang tidak disertai izin dengan hukuman lima tahun penjara.

Bahkan SOPA memberikan kekebalan terhadap layanan Internet, seperti jaringan pembayaran online dan iklan yang secara sukarela memutuskan hubungan dengan situs pelanggar. Dia juga meminta situs tersebut bertanggung jawab atas kerugian si pemegang hak cipta.

Berbeda dengan SOPA, RUU PIPA bertama kali diusulkan pada 12 Mei 2011 oleh Senator Patrick Leahy. Beleid tersebut berisi definisi tentang pelanggaran yang disebabkan oleh pendistribusian salinan palsu atauillegal copies dan barang palsu.

Sasaran PIPA pun bukan situs yang berdomisili di AS, melainkan situs yang terdaftar dan dioperasikan dari luar Abang Sam. Dengan otorisasi dari Departemen Kehakiman AS, situs pelanggar tidak akan bisa ditemukan oleh operator Internet. Bahkan penyedia transaksi keuangan, layanan iklan Internet, serta penyedia layanan Internet akan dilarang melakukan transaksi keuangan dengan situs tersebut dengan cara menghapus tautannya.

Selain itu mesin pencari seperti google.com akan diperintahkan menghapus atau menonaktifkan akses ke domain tersebut.

Rencananya anggota dewan akan melakukan pemungutan suara terkait dengan RUU tersebut pada 24 Januari nanti. Sedangkan untuk SOPA, Kongres masih harus melakukan rapat dengar pendapat dengan anggota dewan. 

GUARDIAN | WIKIPEDIA | CORNILA DESYANA

Diambil dari: Tempo.co

KEMENANGAN BURUH BEKASI

Info dari buruh bekasi bergerak :
Hasil keputusan dari PTUN bandung, bahwa APINDO tidak mencabut gugatannya tentang kenaikan UPAH MINIMUM KABUPATEN (UMK) Bekasi-Cikarang-Cibitung, siang hari ini semua aliansi serikat buruh / pekerja akan aksi menutup kawasan industri bekasi-cikarang-cibitung .... dan pihak APINDO menyewa atau mendanai ormas-ormas fasis yang berada diwilayah Bekasi-Cikarang-Cibitung, untuk menggagalkan aksi tersebut ... buruh akan di adu kekuatannya dengan ormas2 fasist tersebut .... RAPATKAN BARISAN KAWAN ... REBUT HAK KITA KEMBALI .....!!!!!!


DOWNLOAD e-Zine ANTIFARA POSTER edisi 1 Januari 2012 [pdf]


ANTIFARA atau Anti-Fasis Nusantara adalah jaringan Anti-Fasis yang berawal dari menggeliatnya kawan kawan di arena dunia maya yang berusaha menghalau beberapa pengguna dunia maya yang membawa faham NAZI. Berangkat dari sebuah alasan yang sama kemudian kami membentuk sebuah forum di bulan bulan akhir 2011, tepatnya bulan Oktober. Dengan inisiatif penuh terbentuklah fan Page di Facebook dan sekaligus Forum (Group)-nya yang berisi dari beberapa kawan yang berasal dari beberapa kota seperti: Lokhseumawe, Banda Aceh, Medan, Palembang, Padang, dan Bandar Lampung, Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Cipanas, Bandung, Semarang, Kudus, Yogyakarta, Blora, Malang, Surabaya, Tarakan, dan Palopo. Dan dari forum ini kami belajar bersama, membicarakan dan mendiskusikan suatu kasus/hal/artikel yg kemudian dilempar ke Fan Page dan Blog kami.

Dan salah satu hasilnya adalah peluncuran beberapa poster di fan page dan akhirnya kami rangkum disini. edisi zine poster pertama ini adalah rilisan zine perdana kami. Yang kami maksudkan sebagai media agar bisa di follow up oleh kawan-kawan yang mengunduh dengan menempelkannya ditempat tempat yang strategis atau tempat / institusi yang anda gak suka seperti POS POLISI atau KANTOR PEMERINTAHAN atau POSKO-POSKO ORMAS FASIS.

Ya, mari kita melakukan Soft/Shock Terror ke pada masyarakat. Katakan pada Dunia bahwa kami ada untuk MEMBANGKANG! Dan PEMBANGKANGAN INI BUKAN TANPA ALASAN ... TERROR INI BUKAN TERROR YANG MEMBUNUH, TERROR INI ADALAH TERROR YANG MEMBERIKAN PENCERAHAN KEPADA MASYARAKAT BAHWA KITA BERADA DALAM SEBUAH SISTEM KORUP YANG MEMBUNUH HASRAT HIDUP (Ini lebih bahaya! Manusia akan seperti Zombie dibuatnya) ...

SELAMAT BERAKSI KAWAN!!
SELAMAT MENGANCURKAN SISTEM KORUP!!
DAN PANJANG UMUR PARA PEMBANGKANG!!


Download ANTIFARA ZINE POSTER [pdf]

ANTI GLOBALISASI, Sebuah Penegasan Menolak Monopoli Korporasi Internasional


Sebulan yang lalu nyawa Carlo Guiliani, aktivis anti-globalisasi Italia berusia 23 tahun menjadi tumbal pertemuan puncak G8 yang berlangsung di Genoa, Italia. Puluhan orang, baik demonstran maupun polisi mengalami luka-luka. ‘Pesta’ 7 negara industri maju (AS, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Prancis) inklusif Rusia selama dua hari (20-22 Juli 2001) itu pun kembali hiruk-pikuk oleh aksi protes para aktivis muda penentang globalisasi (antiglobalisten). 

Puluhan orang, baik pengunjuk rasa maupun polisi menderita luka-luka. Banyak petinggi negara peserta yang kurang sependapat dengan tindakan keras polisi Italia dalam menangani aksi protes tersebut. Presiden Prancis, Jacques Chirac mengatakan, “The violence is evidence that leaders should listen more closely to the demonstrators’ call for reduced globalization of trade.” 

Sejak paruh kedua tahun 1990-an, pertemuan ‘institusi raksasa kapitalis’ seperti World Bank, International Monetary Fund (IMF), World Trade Organization (WTO), dan akhir-akhir ini G8, nyaris tidak pernah sepi dari aksi protes aktivis anti-globalisasi. Mulai dari  WTO Seattle Ministerial Conference (30 November-3 Desember 1999) di Seattle; World Economic Forum 30th Annual Summit (27 Januari-1 Februari 2000) di Davos, Swiss; World Economic Forum (Juli 2000) di Okinawa; World Bank and IMF 55th Annual Meeting (26 28 September 2000) di Praha; World Economic Forum’s Asia Pacific Summit  (11-13 September 2000) di Melbourne; World Economic Forum Summit (4-6 April 2001) di Washington D.C.; World Bank Summit (25-27 Juni 2001) di Barcelona; hingga pertemuan di Genoa baru-baru ini.  

Muatan Protes Mereka 

Pada awalnya aksi aktivis anti-globalisasi adalah untuk melawan ‘raksasa bisnis’ sebagai kekuatan korporasi multinasional, kemudian ‘raksasa uang’ sebagai instrumen kesepakatan global untuk pertumbuhan ekonomi. Tudingan terhadap eksploitasi buruh dan pelanggaran HAM mulai santer sejak pertengahan tahun 1990-an, misalnya tudingan terhadap perusahaan raksasa seperti Nike (sepatu kets), Gap (jeans), dan Starbucks (kopi) yang diduga memecah belah serikat kerja, kondisi kerja yang buruk, dan mempekerjakan buruh di bawah umur secara global. Perusahaan multinasional lainnya yang juga mendapat tudingan termasuk McDonalds, Monsanto, dan Shell Oil. Tuduhan yang dialamatkan kepada mereka antara lain upah yang rendah, jaminan kesehatan yang minimal, penggundulan kawasan hutan hujan, pemakaian pestisida, benih dari rekayasa genetis, melanggar hak-hak hewan, dan berkolusi dengan rezim yang represif.


Sasaran protes mereka lalu berkembang mengarah kepada Bank Dunia, IMF dan WTO. Institusi global itu dituding telah memberikan fasilitas terhadap berdirinya gurita korporasi dan mendominasi kehidupan ekonomi global dengan alasan memperluas pertumbuhan ekonomi. 

Tetapi para demonstran tidak punya sikap yang sama. Segmen demonstran yang lebih besar mendukung restrukturisasi korporasi multinasional dan global agar memiliki accountability  yang layak serta lebih transparan. Sedangkan segmen yang lebih kecil, disamping mendukung tujuan tersebut, mereka juga aktif menuntut penghapusan total struktur global termasuk WTO. Aktivis anarkis termasuk dalam kategori yang kedua ini. 

Sistem dan filsafat kapitalisme pun tidak luput dari hujatan. Kapitalisme dianggap telah mengabaikan kesejahteraan individu, merusak kultur dan ekologi demi laba mengejar dan pertumbuhan. Sebagian pengamat menilai keadaan ini sebagai ‘kebangkitan Kiri-Baru’ dan mencoba membandingkannya dengan aksi ‘barikade musim panas’ yang terjadi di Paris tahun 1968. 

Seorang pentolan aktivis anti-globalisasi dari Kanada menjelaskan bahwa konsep investasi korporasi di Dunia Ketiga mulai dikritik sejak 1996. Padahal sebelumnya konsep tersebut dianggap sebagai kunci untuk mengentaskan  kemiskinan dan penderitaan. Pada saat yang sama, banyak rezim yang berkuasa di negara-negara berkembang tetap memberikan perlindungan kepada investor di sektor yang menguntungkan, seperti: 
pertambangan, bendungan, ladang minyak, pusat pembangkit listrik dan kawasan berikat (bounded area) untuk produksi barang ekspor, sekalipun perusahaan asing itu merusak atau merugikan rakyat mereka sendiri. 

Dari segi efek, protes yang dilakukan para aktivis  anti-globalisasi itu memang mulai bergaung. Misalnya, dengan adopsi ide dan tuntutan mereka ke dalam agenda pertemuanpertemuan Bank Dunia, IMF dan WTO. Kesediaan institusi internasional tersebut untuk berdialog dengan Greenpeace dan Friends of the Earth juga bisa dijadikan indikasi. Bahkan Presiden Bank Dunia, James Wolfensohn berkali-kali  menegaskan bahwa ada kesamaan antara agenda yang diperjuangkan lembaganya dengan  visi dan misi para aktivis demonstran itu yaitu sama-sama ingin mengentaskan kemiskinan di belahan dunia manapun. 

Aktivis gerakan anti-globalisasi ini terdiri dari berbagai kelompok yang sering dilukiskan sebagai ‘multi-generasi’, ‘multi-kelas’, dan ‘multi-isu’ yang memperjuangkan berbagai agenda. Ada yang tujuan utamanya menentang globalisasi, sedangkan yang lainnya memiliki agenda yang berbeda. Dari berbagai kalangan yang berbeda ini mereka lalu berkumpul sehingga tampak kuat dan dengan mudah menarik perhatian publik yang pada gilirannya menarik yang lain untuk bergabung. Teknologi internet juga dimanfaatkan aktivis tersebut untuk menarik simpati dan pendukung. 

Barisan demonstran itu mewakili spektrum agenda yang luas dan terdiri dari para pencinta lingkungan, pendukung hak-hak binatang, anggota serikat kerja, aktivis HAM, anarkis, bahkan para rasis kulit putih. Sedangkan kelompok yang punya nama cukup besar hanyalah Greenpeace. Pada umumnya mereka terdiri dari sempalan dengan jumlah beberapa gelintir, yang biasanya dibentuk untuk momen tertentu. Mereka juga sering berganti nama atau berlokasi di kawasan tertentu; dalam banyak kasus, individu-individu tersebut merupakan anggota beberapa organisasi sekaligus. Beberapa organisasi demonstran yang relatif lebih kecil antara lain American Federation of Labor-Congress of Industrial Organization (AFL-CIO) yang memperjuangkan nasib kaum buruh dan People for Ethical Treatment of Animals (PETA). Kalangan enviromentalis diwakili oleh  Rainforest Action Network,  Earth First!, dan  Sierra Club. Sedangkan dari HAM ada 

Global Exchange, Direct Action Network,  Nader’s Group,  Radical Roots, dan Global Trade Watch. Ada pula kelompok yang khusus melatih para demonstran untuk menyusun strategi dan melaksanakan aksi yaitu  Ruckus Society  yang berbasis di California dan  Co-Motion Action yang berbasis di Calgary, Kanada. Anasir demonstran yang lebih militan dan cenderung berbuat kekerasan pada umumnya berasal dari elemen ekstrimis yang memperjuangkan berbagai misi terdiri dari aktivis lingkungan, hak-hak hewan, dan anti-aborsi. Kelompok ekstrimis yang cukup terkenal diduga berasal dari para anarkis dan anggota  Third Position, yang dulunya sebagian diwakili oleh Black Bloc,  Anarchist News Service,  Black Army Faction, dan  Anarchist Action Collective. Anggota Black Bloc  ini diduga bertanggung jawab dalam kerusuhan sebelumnya di Seattle dan Washington. Sedangkan  Third Position, yang sebenarnya berasal dari Eropa yang kemudian berkembang pesat di Amerika Serikat adalah gabungan yang ekstrim antara orang-orang yang punya pandangan politik kiri dan kanan dengan mereka mengadopsi caracara kekerasan dalam aksi protes mereka. 

Dari Belanda, gerakan anti-globalisasi ini mendapat dukungan dari berbagai LSM seperti Novib  dan  Milieudefensie. Begitu pula sokongan dari penulis Karel Glastra van Loon dan senator PvdA Thijs Woltgens. Dan salah satu tokoh anti-globalisasi yang cukup vokal adalah Jose Bove. Diantara isu yang paling getol ditentang oleh pemimpin serikat petani Prancis ini adalah produksi pangan melalui rekayasa genetis serta isu McDonalization of food. 

Dunia yang Timpang 

“Tidak semua orang memperoleh manfaat dari pasar bebas. Belum pernah terjadi jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang begitu lebar seperti sekarang,” demikian pernyataan  Internationale Socialisten. Menurut Bekkers (20/7/2001), pernyataan itu ada benarnya karena 20% dari penduduk dunia mengisap 80% dari pendapatan dunia, dan 1,2 juta orang terpaksa hidup dengan pendapatan di bawah US$ 1 per hari. Disamping itu, sering pula digambarkan bahwa korporasi multi-nasional lebih kuat dan berpengaruh daripada pemerintah, dan sebagian di antaranya bahkan memiliki kekayaan yang melebihi GDP banyak negara. 

Diperkirakan pula bahwa dari 100 pemuncak ekonomi dunia, 51 di antaranya adalah korporasi multinasional, dan selebihnya (49) barulah  negara. Hanya saja, menurutnya, kita tidak bisa begitu mudah menuduh bahwa Bank Dunia, IMF dan WTO yang bertanggung jawab atas semua itu walaupun pada prinsipnya institusi itulah yang menopang sistem pasar bebas. Padahal secara teoritis pasar bebas dimaksudkan untuk membawa kemakmuran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi dan tingginya standar hidup yang dinikmati oleh banyak negara Barat ditopang oleh peningkatan perdagangan dunia yang sebagian merupakan komoditas terbaik dari negara-negara berkembang. 

Dalam prakteknya, teori yang dianggap bagus itu bagaikan menabrak dinding dunia yang timpang. Karena, misalnya, AS dan EU menyekat produk pertanian dari negara-negara berkembang, dan pada saat yang sama membanjiri negara-negara berkembang tertentu dengan bahan pangan yang disubsidi oleh negara-negara Barat tadi yang pada gilirannya mematikan dunia usaha dan petani lokal. 

Sebenarnya kita tidak perlu merasa pesimis. Secara pribadi, penulis melihat globalisasi sebagai konsekuensi logis dari revolusi teknologi transportasi, telekomunikasi dan informasi. Dan itu tidak bisa di-reset ulang. Masalahnya ialah jika globalisasi itu ditunggangi oleh pihak, negara, ataupun blok tertentu melalui apa yang dinamakan ‘liberalisasi perdagangan’ tetapi dengan aturan main yang tidak adil atau praktek yang tidak fair maka ia akan melestarikan dominasi satu pihak terhadap pihak yang lain. Padahal sudah jamak dipahami bahwa potensi konflik di dunia ini hanya bisa diredam kalau sudah tercapai suatu keseimbangan (equilibrium) terhadap penguasaan dan distribusi sumber-sumber daya serta pemenuhan hak-hak bagi yang berhak. 

Bank Dunia, IMF atau WTO sebagai institusi ataupun para eksekutifnya barangkali kurang tepat untuk disalahkan karena dalam praktek adakalanya mereka terpaksa mengikuti pesan dan kemauan para kapitalis pemilik uang institusi itu, baik yang berupa individu, kelompok, korporasi, negara maupun blok ekonomi yang mengendalikannya dari balik layar (principle of one-dollar-one-vote). Yang layak dituding adalah pemain di balik layar tadi dan yang patut disesalkan adalah ketidakberdayaan institusi internasional tersebut menolak keinginan majikannya yang kadang-kadang bahkan—dari balik layar—masuk ke ranah politik di negara-negara yang terpaksa ‘menggadaikan diri’ kepada mereka. 

Menyikapi realita seperti ini, bentuk-bentuk protes yang proaktif dan tidak anarkis dari negara-negara berkembang bisa berupa keikutsertaan secara berhati-hati ke dalam sistem pasar bebas—kalau keikutsertaan tersebut merupakan  satu-satunya jalan, atau secara gradual mengurangi ketergantungan terhadap institusi keuangan internasional tersebut—kalau memang sudah terperosok jauh ke dalam permainan mereka, dan meningkatkan aktivitas dan volume perdagangan baik bilateral maupun multilateral yang saling menguntungkan dengan memperhatikan kepentingan nasional masing-masing dan bebas dari tekanan pihak manapun. Untuk Indonesia misalnya, disamping peningkatan kerjasama ekonomi yang sudah terjalin, juga sudah sangat diperlukan adanya aksi kongkrit untuk memberdayakan sekaligus optimalisasi pemanfaatan (intifaq) organisasi multilateral kawasan yang sudah ada seperti ASEAN (di kawasan Asia Tenggara), ‘Organisation of Islamic Conference’ (OIC), D8, ataupun G15. 

Ditulis Oleh: Gunaryadi (Delf, 26 Agustus 2001,  http://indocase.nl)
Judul Aseli: Anti Globalisasi atau Prtotes terhadap Ketidak adilan?
Format Pdf: [Download]  

USUT TUNTAS PENGGELAPAN TANAH NEGARA DI TINAPAN TODANAN BLORA!

Sehubungan dengan belum ada kejelasan tentang hilangnya tanah Negara di bumi perkemahan Lembaga Cabang Pendidikan Pramuka (Lemcadika) “Pancasona” Bentolo, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora kami dari GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat) hari ini melakukan aksi massa untuk menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa benar-benar ada dugaan yang kuat konspirasi, pembohongan publik, penipuan dan perbuatan melawan hukum berupa penggelapan tanah negara seluas ± 6,8 hektar!

Jika sebuah kawasan konservasi Bentolo --di mana terdapat banyak sumber mata air dan kaya akan cagar budaya geologis akan diubah menjadi kawasan industri yang rawan akan perusakan alam, kita layak mempertanyakan bagaimana wujud dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Masa Bhakti 2010-2015 yaitu: mewujudkan pemerintahan yang bersih menuju masyarakat Blora yang sejahtera, menciptakan pemerintahan yang bersih bebas dari KKN, dan mewujudkan perlindungan kelestarian alam.

Hanya untuk pemenuhan target batas akhir persetujuan BPN (Badan Pertanahan Nasional) Republik Indonesia 12 Januari 2012, Pelaksana Harian Kwarcab Pramuka Blora dengan gegabah mengajukan permohonan revisi Sertifikat (Tanda Bukti Hak) Buku Tanah Hak Pakai tertanggal 19 Oktober 1992 No.13 seluas 270.705 m² dengan hasil pengukuran BPN pada bulan Maret 2011. Padahal Surat Keterangan yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh mantan Kades Tinapan Soeparso, Camat Todanan Noerdiyono, Kades Wiwin Dwi Rahayu, SK. Kepala BPN-RI Soni Harsono tentang Pemberian Hak Pakai atas nama Gerakan Pramuka Kwarcab Blora telah menyebutkan luasan: 270.705 m². (Masyarakat bisa melihat papan nama Tanah Pramuka Blora di Tinapan)

Surat Keputusan penunjukan Sdr. Slamet Pamuji/ Mumuk sebagai Pelaksana Harian Kwarcab Blora oleh Bupati selaku Kamabi (Ketua Majelis Pembimbing) pun adalah produk cacat hukum, karena menyimpang dari AD/ART Gerakan Pramuka terutama pasal 49 dan pasal 50, di mana yang berhak menunjuk Pelaksana Harian adalah Ketua Kwartir serta mekanisme pergantiannya dengan musyawarah khusus.

Begitu juga dengan carut-marutnya proses perijinan yang terjadi dalam rencana pembangunan pabrik gula di Todanan. Dokumen AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) belum sah dan layak apa tidaknya tetapi kenapa perijinan sudah keluar dan kegiatan fisik berupa penghancuran perbukitan karst yang mengubah bentang alam dan lingkungan masih terus dilakukan? Pabrik gula PT. Gendhis Multi Manis jelas-jelas tidak menghormati proses perundang-undangan, tapi kenapa Pemerintah Kabupaten Blora hanya diam tidak melakukan penegakan hukum lingkungan hidup seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang? Ada apa di balik ini? Apakah memang aturan dibuat untuk dilanggar???

Melihat kenyataan yang ada sangatlah jelas ada upaya permufakatan jahat penggelapan tanah Negara dan penghancuran alam lingkungan Nusantara dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau kelompok dengan cara menyalahgunakan kewenangan yang merugikan keuangan negara dan menimbulkan keresahan di masyarakat.


STOP PEMBOHONGAN PUBLIK!

BONGKAR DAN USUT TUNTAS KONSPIRASI PENGGELAPAN TANAH DI BENTOLO!!
TANGKAP DAN PENJARAKAN ORANG-ORANG YANG TERLIBAT PENGGELAPAN TANAH NEGARA!!!
SELAMATKAN WADUK BENTOLO DAN TANAH AIR INDONESIA DARI KEHANCURAN!!!


Selebaran untuk masyarakat ini disampaikan oleh GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat) pada Aksi Massa J12, Blora 12 Januari 2012:
Front Blora Selatan, Anak Seribu Pulau, Forum Study Lingkungan, Pusat Peran Serta Masyarakat, Generasi Muda Blora Utara, Wong Hamemayu Hayuning Bawono Kunduran, PATABA Press, Pending Mas, Front Komunitas Indonesia Satu, Front Nusa Kendeng, Gembong Samijoyo, Gunung Wurung Revolter Ngawen, Roemah Goegah, Barong Mania, Komunitas Ringin Kurung, SAMINISTA Football Supporter Club, Samijoyo All Star dan Lembaga Kajian Budaya dan Lingkungan PASANG SURUT.
Untuk informasi lebih lanjut kawan-kawan bias menghubungi kami di nomor 081328775879. Bersama menuntaskan kasus-kasus rakyat. Wilujeng rahayu. Lestari untuk perjuangan melawan ketidakadilan!

Ini adalah statement yang dirilis (PRESS RELEASE) untuk aksi Penggelapan Tanah di Tinapan, Todanan, Blora tertanggal 12 Januari 2012

SERUAN DARI BLORA !!

== SELAMATKAN BENTOLO DARI KEHANCURAN ==

MASIH ADA DALAM INGATAN KOLEKTIF KITA TENTANG WADUK BENTOLO, TODANAN, BLORA, JAWA TENGAH? YA, SEBUAH KAWASAN YANG MUNGKIN DULU PERNAH MENJADI TEMPAT BERMAIN KITA BERSAMA KAWAN, PACAR, MAUPUN KELUARGA. NAMUN INGAT, HAL ITU AKAN MENJADI KENANGAN SETELAH PABRIK GULA YANG PROSES PENDIRIANNYA BANYAK MELAKUKAN KONSPIRASI PEMBOHONGAN PUBLIK BERUPA PENGGELAPAN TANAH SELUAS KURANG LEBIH 6,8 HEKTAR (DARI SERTIFIKAT KWARCAB PRAMUKA BLORA TAHUN 1992 SELUAS 270.705 METER PERSEGI AKAN DIGANTI MENJADI 202.091 METER PERSEGI) INI TERJADI. EKSPLOITASI AIR TANAH DAN AIR PERMUKAAN DARI PABRIK YANG MELEBIHI DAYA DUKUNG LINGKUNGAN SERTA PENCEMARAN LIMBAH AKAN BERPOTENSI MENIMBULKAN KERUSAKAN SUMBER DAYA AIR DAN TERJADINYA KONFLIK PEMANFAATAN AIR DENGAN MASYARAKAT TERLEBIH PETANI. NILAI-NILAI SEJARAH, GEOLOGIS SERTA KEANEKA RAGAMAN HAYATI DAN EKOLOGIS AKAN RUSAK SIRING DENGAN BERUBAHNYA POLA KEHIDUPAN SOSIAL YANG HEDONIS. MELIHAT KENYATAAN YANG ADA SANGATLAH JELAS ADA UPAYA PEMUFAKATAN JAHAT MENGHANCURKAN BUMI PERTIWI BENTOLO BLORA. MAKA SELAIN DISTRIBUSI ILMU PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN ALTERNATIF KRITIS, DIPERLUKAN AKSI NYATA UNTUK SEBUAH MASA DEPAN.
==================================================================

Tanah Kwarcab 11.16 Pramuka Kabupaten Blora di dekat Waduk Bentolo yang hijau sejuk segar.

Tanah milik Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 11.16 Kabupaten Blora yang bersertifikat Badan Pertanahan Nasional no.13 Tahun 1992 seluas 270.705 meter persegi.
 

  Patok-patok bukti sebuah PEMUFAKATAN JAHAT. 



Tanah masih bersengketa, dokumen AMDAL pun belum disahkan, tetapi proses penghancuran kawasan karst oleh mesin-mesin berat terus dilakukan. Rencana lahan ini akan dijadikan tapak pabrik gula PT. Gendhis Multi Manis. 




Lihat! Beda antara lahan Pramuka yang hijau dan lahan yang telah digerus oleh mesin-mesin penghancur. 

Hancur... Rata... Oh... Adakah manusia-manusia yang sadar dan berani melawan kesewenangan ini? 

SAVE BENTOLO! SAVE KENDENG! SAVE WATER! SAVE FARMER! SAVE HUMAN! SAVE TREES! SAVE ANIMAL! SAVE US! SAVE FUTURE!!!!


Sumber: Sariman Lawantiran (facebook)

TELANJANG DITENGAH CUACA DINGIN DEMI MEMBELA HAK HIDUP BINATANG

Empat orang wanita seksi rela hanya memakai baju dalam dan mengecat tubuh mereka di tengah hawa dingin di Hollywood demi bulu binatang. (Foto oleh: FREDERIC J. BROWN / AFP)

Dunia fashion biasa menggunakan bulu binatang untuk membuat mantel di musim dingin. Demi menghentikannya, Desember lalu, empat orang aktivis PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) melakukan aksinya. 
Hawa dingin di bulan Desember tak menghentikan para aktiivis berjuang demi menghentikan pemakaian bulu binatang di industri fashion.
Aksi para aktivis menjadi perhatian banyak orang

Para aktivis sempat berpose bersama seseorang dengan kostum Zorro

Para aktivis akhirnya diamankan pihak kepolisian.

Sumber: Yahoo Jumat, 6 januari 2012 



SOLIDARITAS: BEBASKAN 2 KOMBATAN SOSIAL DI JOGJA!!!



Kami mendapatkan satu lagi kabar buruk terkait dua orang kombatan sosial Jogjakarta yang sudah ditahan sejak tanggal 7 Oktober 2011. Keduanya ditahan terkait aksi penyerangan berupa pembakaran yang berujung pembakaran sebuah fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jogjakarta yang merupakan properti finansial dari salah satu jejaring kapitalisme yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Kedua kombatan tersebut, yaitu Reyhart Rumbayan (Eat) dan Billy Agustan (Billy) merupakan partisipan dari sebuah grup insureksi urban bernama Long Live Tortuga Cell - FAI Indonesia.

Dari informasi yang kami terima, masa penahanan keduanya kembali diperpanjang oleh pihak kepolisian hingga tanggal 5 Januari 2012, meski pada kenyataannya hingga hari ini kedua kombatan sosial tersebut belum juga dibebaskan. Ini berarti sudah 93 hari dan terus berlanjut, kedua insureksioner Jogja tersebut mengalami penyekapan di balik jeruji penjara.

Keduanya kemungkinan besar akan didakwa dengan tuduhan kriminal dengan maksimal hukuman sembilan (9) tahun penjara. Kedua pejuang tersebut dikenakan pasal 187 ayat 1 bagian E dan ayat 2 bagian E, dan pasal 170 KUHP.

Persidangan atas aksi keduanya kemungkinan besar akan dilakukan pada bulan ini, Januari 2012. Namun kami masih belum mengetahui kepastian tanggal persidangannya. Oleh karenanya, kami memohon bantuan dan solidaritas dalam berbagai bentuk dari semua yang sempat membaca berita ini.

Sebarkan kabar ini ke segala sudut dan mari tunjukkan solidaritasmu kepada mereka yang direpresi karena menyerang para penindas.

Bebaskan 2 Kombatan Jogja !!!
Bakar Semua Penjara !!!
Panjang Umur Insureksi !!!

Sumber: NEGASI

FOOD NOT BOMBS


Karena makanan adalah hak semua orang bukan hak istimewa segelintir orang saja!
Karena ada cukup makanan untuk semua orang dimana-mana!
Karena kekurangan bahan makanan pokok adalah bohong!
Karena disaat kita lapar atau kedinginan kita punya hak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cara meminta, mengamen, atau menempati bangunan-bangunan kosong!
Karena kapitalisme menjadikan makanan sebagai sumber keuntungan, bukan sebagai sumber nutrisi!
Karena makanan tumbuh pada tanaman!
Karena kita butuh lingkungan bukan kendali!
Karena kita butuh rumah bukan penjara!
Karena kita butuh makanan bukan bom!

Di berbagai penjuru dunia saat ini telah terbangun puluhan kelompok-kelompok yang aktivitasnya adalah membagi-bagikan makanan vegetarian gratis untuk orang-orang miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan. Kelompok-kelompok ini selain mengkampanyekan sikap anti-kemiskinan mereka, secara lebih jauhnya bertujuan untuk menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang non-kekerasan. Dan walaupun memang banyak kelompok-kelompok yang melakukan aktivitas tersebut dalam berbagai nama, namun ada satu organisasi akar-rumput yang sangat konsisten melakukan aktivitas tersebut dan organisasi ini telah berkembang secara internasional, Food Not Bombs (FNB).

Selanjutnya bisa klik disini: FOOD NOT BOMB (Wikipedia/Bahasa Indonesia) atau FOOD NOT BOMB (Anarchopedia/Bahasa Indonesia)



SOLIDARITAS UNTUK KOMBATAN MAKASSAR DAN KOMBATAN SOSIAL LAIN


Sebuah solidaritas horisontal antar individu merdeka sudah seharusnya tidak sekedar diletakkan pada kerangka norma yang moralis. Belenggu sejenis itu jelas merupakan penghalang untuk dapat melihat lebih jauh apa yang mungkin di tengah ketidakmungkinan hidup yang semakin membosankan. Solidaritas terhadap perjuangan melawan tambang yang dilakukan oleh warga Bima terhadap PT Sumber Mineral Nusantara juga tidak mesti dilakukan seperti tradisi selebritis ala LSM, organisasi Kiri ataupun gerombolan moralis lain. Itu mengapa kami tidak beroposisi terhadap sikap yang telah diambil oleh para kombatan sosial di Makassar yang dengan segera merespon serangan di Bima dengan sebuah tindakan: serangan balik.

Namun seperti juga kekalahan di masa lalu telah mengajarkan kita, bahwa musuh tidak pernah tinggal diam dan selalu akan berusaha memojokkan setiap usaha yang mencoba menggulingkannya. Ini terbukti dengan aksi represif yang selalu terjadi terhadap upaya perebutan otonomi hidup. Dan setelah apa yang terjadi di pelabuhan Sape, mereka kembali melakukan hal yang sama terhadap para kamerad di Makassar. Para individu yang melukiskan kemarahan mereka atas apa yang terjadi di Bima lewat aksi pengrusakan properti kapital yang tentu saja tidak sebanding dengan jumlah petani yang tewas dan luka karena aksi represif militer atas perintah negara dalam perselingkuhannya dengan modal.

Aksi yang patut mendapatkan respek mendalam dari setiap mereka yang tengah berjuang meruntuhkan negara dan kapital, telah menyeret seorang kawan bernama Hidayat ke balik jeruji besi. Dengan tuduhan pengrusakan properti, negara melalui hukum telah menunjukkan pembelaannya yang kuat terhadap kepentingan korporasi. Hidayat alias Yaya kini diserang dan dilecehkan sebagai seorang kriminal, pelanggar hukum karena menggugat penindasan oleh negara dan kapital.

Sementara di sisi lain, sikap acuh dan moralis kembali ditunjukkan oleh para aktifis kerah putih yang menolak secara nyata mengambil sikap berpihak dan memilih menggunakan topeng netralitas. Sebuah pelarian menyedihkan untuk menutupi bahwa mereka juga berwatak sama dengan penguasa: otoriter! Para advokat yang mengaku mendedikasikan dirinya untuk perjuangan melawan kapital telah membuka borok bahwa mereka tidak lebih dari sekumpulan penakut yang enggan melangkah lebih jauh dalam perang melawan penindasan.

Ini mengapa kami menulis surat ini. Sebuah dukungan terbuka bagi Hidayat dan siapapun yang juga mengalami represi serupa di manapun. Sekaligus menyuarakan solidaritas horisontal kepada setiap orang yang berani mendongakkan kepala menantang dunia yang sedang sakit ini. Kami memanggil setiap pejuang sosial dari semua sudut gelap untuk memberikan tekanan dalam berbagai bentuk kepada institusi penindas yang tengah membelenggu kamerad Hidayat.

Mesti tegaskan kepada mereka, bahwa kita tidak lupa bahwa Tukijo telah dipenjara karena agenda kapital. Petani sederhana dari Kulon Progo itu sudah menjadi korban. Dua orang bandit politis Jogja kini juga tengah menghadapi persidangan atas aksi mereka menyerang fasilitas modal. Para petani yang tewas di Mesuji jelas merupakan korban dari keganasan modal yang ditemani negara dengan alat represinya bernama militer. Mereka yang ditangkap karena aksi pendudukan di pelabuhan Sape, Bima adalah deret berikut dari banyaknya korban akibat agenda kekuasaan yang tidak akan pernah bisa netral. Para insurgen Bima telah diserang hanya karena berani mempertahankan hidup.

Kita tidak bisa lagi berpura pura bahwa tidak ada gelembung insureksi dan kebangkitan melawan kapital dan negara. Karena hari ini, siapapun dapat menjadi korban. Jika sekarang mereka, maka mungkin kau yang menjadi korban berikut.

Dan sudah selayaknya setiap penjara terbakar rata dengan tanah untuk sebuah kehidupan yang sesungguhnya.

Panjang umur aksi langsung!
Panjang umur solidaritas!
Panjang umur anarki!

Sumber: NEGASI
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...